January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Kapal di Labuan Bajo. Foto:merdeka.com/istimewa.

Kapal Wisata di Labuan Bajo Rusak dan Tenggelam

Tidak ada wisatawan yang berkunjung ke ke Labuan bajo. Akibatnya, sejumlah kapal angkutan wisata rusak dan tenggelam di perairan kawasan Pelabuhan Labuan Bajo.

ManggaraiPost, Labuan Bajo – Selama masa krisis akibat virus corona (covid-19) sejumlah lokasi wisata di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ditutup. Hal ini menyebabkan lumpuhnya aktivitas di sektor pariwisata yang merupakan penopang utama ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat. Tidak ada wisatawan yang berkunjung ke ke Labuan bajo. Akibatnya, sejumlah kapal angkutan wisata rusak dan tenggelam di perairan kawasan Pelabuhan Labuan Bajo.

Menurut Idrus, penanggung jawab kapal motor Sarana Inti Pangan 01, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sedikitnya ada lima unit kapal wisata yang tenggelam karena tidak terurus selama masa krisis pandemi virus corona.

BACA  Polres Manggarai Diminta Usut Tuntas Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bos di SMPN 6 Lenda



“Banyak kapal wisata yang rusak dan tenggelam karena memang tak diurus, termasuk kapal wisata yang saya tangani,” kata Idrus dikutip Antara, Senin (25/5).

Idrus menjelaskan, Kapal Motor (KM) Sarana Inti Pangan 01 milik salah satu mitra Indofood yang berada di Jakarta. Kapal berukuran 14 gross tonage tersebut tenggelam di parkiran mooring buoy kawasan Pelabuhan Labuan Bajo pada Senin, pukul 08.30 wita. Kapal tenggelam saat dirinya hendak mengecek kapal yang sejak dua hari terakhir memang kondisi pompa air di dasar kapal wisata itu bermasalah.

“Ini murni kelalaian petugas kapal yang ditugaskan mengelola kapal itu, sehingga air laut masuk ke dalam kapal wisata itu dan kemudian perlahan-lahan tenggelam,” tambah dia.

BACA  BNPB Salurkan Bantuan Dana Huntara bagi Pengungsi NTT

Akibat kejadian itu, Idrus menderita kerugian dalam jumlah puluhan juta rupiah. Apalagi di tengah krisis pandemi COVID-19 tidak ada pemesanan kapal karena wisatawan dilarang berkunjung ke daerahnya. Dia menjelaskan, beberapa kapal wisata selain miliknya juga tenggelam di kawasan wisata Labuan Bajo itu karena tak terawat selama masa pandemi COVID-19.

Kurang lebih sudah ada lima kapal yang tenggelam, seperti kapal wisata Embong Nai, Surya Indah, Labohem dan satu unit kapal biru milik investor asing yang dikelola oleh warga. Rencananya dia beserta karyawannya akan mengangkut kapal yang tenggelam tersebut ke darat untuk diperbaiki.

Sumber: merdeka.com