October 23, 2021

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Pertemuan Tokoh Muda Manggarai dan Manggarai Timur Bahas Pabrik Semen, Kamis (28/5).

Tokoh Muda Manggarai Timur dan Manggarai Dukung Kehadiran Pabrik Semen

Dari kajian awal yang dibahas dalam pertemuan ini, kami bersepakat mendukung itikad baik pemerintah daerah menghadirkan industri pabrik semen di Lengko Lolok - Luwuk, Desa Satar Punda.

ManggaraiPost, Kupang – Sejumlah tokoh muda Manggarai dan Manggarai Timur di Kupang mengadakan pertemuan dalam rangka merespon rencana investasi pabrik semen di Lengko Lolok – Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggararai Timur, Kamis (28/5/2020).

Kegiatan tersebut membahas berbagai hal menyangkut dampak positif dan negatif dari aktivitas eksplorasi dan produksi pabrik semen nantinya bagi daerah dan terutama bagi masyarakat sekitar lokasi pendirian pabrik.



Para tokoh muda Manggarai Timur dan Manggarai di Kupang menyatakan dukungannya yang disertai dengan sejumlah catatan penting yang patut menjadi perhatian serius bagi Pemkab Manggarai Timur dan Pemprov NTT.

BACA  Kapolres Manggarai Kunjungi Korban Peluru Nyasar pada Kasus Rabies Tahun 2000



“Dari kajian awal yang dibahas dalam pertemuan ini, kami bersepakat mendukung itikad baik pemerintah daerah menghadirkan industri pabrik semen,” ujar ujar Jufri, salah satu tokoh muda asal Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Namun, lanjutnya, tetap dengan beberapa catatan penting agar industri ini benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat dan daerah.

“Lebih khusus masyarakat pemilik lahan, warga lingkar tambang serta meminimalisir potensi kerusakan lingkungan di lingkar pabrik,” tegasnya.

Jufri menerangkan, secara nasional Kabupaten Manggarai Timur dan Propinsi NTT ditetapkan sebagai daerah yang masih tertinggal di Indonesia.

“Keberadaan industri sektor riil yang padat karya seperti ini dibutuhkan sebagai salah satu jalan keluar dari ketertinggalan,” terangnya.

BACA  Presiden: Jangan Cepat Puas, Potensi Pasar Ekspor Masih Terbuka Lebar

Menurutnya industri semen mendorong peningkatan perekonomian daerah dan masyarakat.

“Pendapatan masyarakat dan penerimaan daerah akan terapresiasi, bukan saja bagi Manggarai Timur, tapi juga berdampak positif ke daerah- daerah tetangga. Apalagi, pertumbuhan usia kerja produktif di daerah juga terus meningkat yang jika tidak diikuti dengan ketersediaan lapangan kerja akan menimbulkan tsunami pengangguran di daerah. Gejala itu sudah terlihat saat ini,” ungkapnya.

Jufri mengatakan, tentunya kami sertai sejumlah catatan kepada Pemda dan investor, mengingat ada potensi kerusakan ekosistem sebagai dampak ikutan dari setiap aktifitas industri.

Pertama, kajian Amdal harus benar-benar dilakukan secara, profesional, transparan dan partisipatif sesuai dengan amanah UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengolaan Lingkungan Hidup.

BACA  Gubernur Instruksikan Para Bupati dan Walikota Fokus Tangani Penyebaran Covid 19

Kedua, kami meminta kepada pemerintah daerah untuk memastikan seluruh klausul perjanjian ganti untung dan/ atau kompensasi antar investor dengan warga pemilik lahan terealisasi tanpa kurang sedikitpun.

Ketiga, 70% tenaga kerja lokal daerah memprioritaskan penduduk sekitar, umumnya Manggarai Timur. Kami akan melakukan pengawasan serius terhadap catatan ini.

Diketahui, dalam pertemuan ini setidaknya ada beberapa tokoh muda politik yang merupakan pengurus wilayah Provinsi NTT. Selain itu, juga dosen, mahasiswa dan aktivis. (TS)