January 26, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Warga Desa Cambir berjalan sepanjang 3- 5 km untuk menimba air di kampung tetangga.

Warga Cambir Keluhkan Respon Lamban Pemerintah Desa Wae Ajang Terkait Kekurangan Air Bersih

Setiap kali warga sampaikan keluhan terkait persoalan air minum Pemerintah Desa Wae Ajang dan petugas Propam selalu memberikan jawaban sama, bahwa nanti akan diselesaikan. Namun, pada kenyataannya hingga saat ini persoalan tersebut tak kunjung diselesaikan.

ManggaraiPost, Satarmese – Warga kampung Cambir desa Wae Ajang Kecamatan Satar Mese,  keluhkan ketersedian air bersih. Keluhan warga ini telah berkali-kali dilaporkan kepada Pemerintah Desa Wae Ajang, namun hingga saat ini belum ada respon dari pihak Pemerintah desa. Hal ini disampaikan Yanto Manjo di Cambir pada Minggu, 31 Mei 2020. 

Yanto mengatakan, sudah hampir setahun pipa tidak pernah dialiri air sehingga warga kampung Cambir kesulitan mendapatkan air bersih. Warga kampung Cambir harus menyusuri 3 sampai 5 km ke kampung tetangga demi mendapat air minum.



Hal senada juga disampaikan oleh salah satu tokoh muda, Eduardus Janggut, warga kampung Cambir. Dia mengatakan, setiap kali warga sampaikan keluhan terkait persoalan air minum Pemerintah Desa Wae Ajang dan petugas Propam selalu memberikan jawaban sama, bahwa nanti akan diselesaikan. Namun, pada kenyataannya hingga saat ini persoalan tersebut tak kunjung diselesaikan.

BACA  Serbuan Teritorial Korem 161 / WS Perbaik Rumah Ibadah Masyarakat Berakhir

Janggut meminta kepada Pemerintah desa untuk tidak menutup mata dan menganggap remeh persoalan air minum di kampung Cambir.

“Kalau sudah tidak mampu maka kami minta untuk segera alihkan pengelolaanya ke PDAM Manggarai sehingga kami tidak membayar percuma iuran setiap bulan,” tegas Janggut.

Disisi lain, Pengurus OPAM sudah vakum kurang lebih 6 bulan dan tidak merespon keluhan warga kampung Cambir terkait persoalan air minum. Mirisnya lagi, ada beberapa pipa yang hilang entah kemana tetapi pengurus OPAM sama sekali tidak menghiraukan kejadian tersebut.

“Persoalan air minum ini sering dibicarakan setiap kali ada pertemuan penting di rumah gendang Cambir. Saya orang pertama yang selalu membuka topik diskusi tentang air minum bersih ini. Ada beberapa opsi hasil perbincangan saat pertemuan, seperti perbaikan pipa-pipa dan pengecekan soket T di setiap kran, tetapi pernah dilaksanakan,” kata Janggut.

Atas inisiatif pribadi, untuk memenuhi kebutuhan akan Air Minum bersih saya berkorban untuk membeli selang sampai 4 Rol untuk menyelangi air dari kampung tetangga. Kadang kami pagi pagi bangun setiap hari untuk mencari air sebelum berangkat ke kebun, lanjutnya.

BACA  Kabar Duka, Pasien Asal Desa Matawae Meninggal dan Terkonfirmasi Positif Covid-19

“Sampai saat ini saya sudah merasa bosan apabila ada beberapa org di kampung Cambir yang berbicara tentang Air Minum Bersih, karena bisanya hanya omongan saja tanpa tindakan. Saya juga sampai saat ini menunggu respon dari Pengurus OPAM dan Pemdes tapi tak kunjung di perhatikan juga”, imbuh Janggut

Sementara itu kepala desa Wae Ajang Gabriel Gambur, saat dikonfirmasi ManggaraiPost melalui telephone seluler, mengatakan bahwa pihaknya akan segera menghubungi petugas Propam untuk menindaklanjuti keluhan warga kampung Cambir, sehingga persoalan segera diatasi.