October 23, 2021

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Agustinus Tangkur, saat dialog dengan masyarakat Luwuk. Kamis (4/5).

Agustinus Tangkur: Kehadiran Tambang Harus Dilihat dari Sisi Positif & Negatif

Kehadiran tambang harus dilihat dari sisi positif dan sisi negatif.

ManggaraiPost, Borong – Industri itu bukan hal baru tetapi sudah lama. Hal ini disampaikan oleh Agustinus Tangkur, anggota DPRD Manggarai Timur di hadapan masyarakat Luwuk saat berdialog terkait rencana pembangunan pabrik semen, Kamis (4/5/2020).

Tangkur mengatakan bahwa perubahan itu harus datang dari masyarakat Luwuk itu sendiri. Jika warga ingin menjual tanah kepada perusahaan tidak ada yang bisa larang. Siapa pun, yang penting itu milik sendiri.
Dia juga menjelaskan, pihak lain tidak perlu mencampuri urusan itu. Biar orang di Jakarta tidak bisa paksa. Karena kita berbicara hukum. Itu hak kamu.

BACA  Menarik, Program Jumat Akhir Pekan Kecamatan LAUT



“Kita sudah berpuluhan tahun tinggal di sini. perubahan-perubahan itu harus datang dari kita sendiri di sini”, ungkap anggota DPRD Manggarai Timur tiga periode tersebut.



Menurutnya, kehadiran tambang harus dilihat dari sisi positif dan sisi negatif.

“Sisi positifnya banyak. Kenapa bilang tidak ada, itu sangat banyak. Di Padang ada pabrik semen, Jawa Timur ada pabrik semen, Kupang ada pabrik semen. Pertanyaannya apakah orang-orang di sana sudah mati? Tidak, mereka hidup baik”, ungkap Ketua Komisi B, DPR Matim tersebut.

Menurutnya, kehadiran tambang tidak merusak tatanan kampung.

“Kalau cerita di luar, kehadiran tambang itu merusak tatanan kampung tetapi sebenarnya itu tidak,” ujarnya.

Dirinya tidak bermaksud pro, lanjutnya, tetapi memang ada prosedur-prosedur yang harus ditaati jika bangun pabrik di sini nanti. Dan itu diatur dalam undang-undang.

BACA  Sapta Pesona Mendorong Pertumbuhan Industri Pariwisata di Desa Bamo

“Mengapa NTT menjadi daerah yang tidak maju? Kenapa di Jawa hidupnya orang itu lebih baik karena di sana ada industri? Terus, kenapa kita di NTT makin mundur makin mundur? Karena kita belum punya industri.”, tegasnya.