October 23, 2021

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Untuk (Si)Apa Gerakan Penolakan Pabrik Semen Manggarai Timur?

Sampai saat ini saya juga meyakini sebagian besar dari 321 petitor sebagaimana data yang diklaim parakontrais dalam suratnya belum benar-benar menangkap motif terselubung dari gerakan kontraproduktif ini, dimana indikasi kuat gerakan penolakan ini dimobilisir oleh anasir politik tertentu. Lebih spesifik diistilahkan sebagai "Pemburu 023".

Oleh : Nurkholis
Praktisi Sosial Politik

Beberapa bulan terakhir, berita dan opini tentang rencana kehadiran pabrik semen di Manggarai Timur terus bermunculan di berbagai media. Bahkan dibanding pandemi Covid-19, pabrik semen ini lebih hangat diperbincangkan publik Manggarai Raya, baik yang berada di daerah maupun yang diluar daerah (diaspora). Tidak ketinggalan berbagai organda kemahasiswaan juga ikut meramaikan pemberitaan di media dengan pandangan yang beragam. Terbaru, kemarin saya membaca berita di salah satu media daring yang tersebar di sosial media (facebook dan whastAp). Atas nama 321 petitor, kelompok yang mengkultuskan diri sebagai diaspora Manggarai telah mengirim surat kepada Bupati Manggarai Timur dan Gubernur NTT terkait sikap dan alasan penolakan terhadap rencana pendirian pabrik semen di Luwuk, Kec. Lamba Leda, Kab. Manggarai Timur.

Muatan argumentasi penolakan itu diisi dengan tumpukan dalil UU dan sejumlah turunan peraturan lainnya. Namun aneh bin nyeleneh , dalam berita itu pembaca tidak disajikan pasal dan tafsiran yang benar dan relevan dengan sederet alasan penolakan. Jika itikadnya pure hendak mengedukasi publik, mengadvokasi warga lingkar pabrik (bukan mengelabui, bukan pula provokasi), idealnya UU dan setumpuk turunan peraturannya itu dijelaskan secara eksplisit dan komprehensif yang terintegrasi dengan kondisi faktual (geoekososbud) setempat kepada publik agar dapat dikaji berdasarkan locus serta kajian pembandingnya. Tidak jelasnya basis yuridis serta kedudukan para kontrais itu menguatkan asumsi publik adanya aroma kepentingan lain dibalik gerakan penolakan pabrik semen ini. Dari itu saya menyakini Bupati Manggarai Timur dan Gubernur NTT tidak akan menanggapi surat itu sebagaimana layaknya.

BACA  Gubernur Beri Label Kopi Colol, Kadis Pendidikan NTT Ganti Nama SMAN 2 Poco Ranaka



Sampai saat ini saya juga meyakini sebagian besar dari 321 petitor sebagaimana data yang diklaim parakontrais dalam suratnya belum benar-benar menangkap motif terselubung dari gerakan kontraproduktif ini, dimana indikasi kuat gerakan penolakan ini dimobilisir oleh anasir politik tertentu. Lebih spesifik diistilahkan sebagai “Pemburu 023”. Petanya menuju arah transisi kekuasaan. Guna memuluskan jalan itu, gerakan kontraproduktif yang dilakukan “pemburu 023” ini kemudian berupaya memperluas dukungan dan legitimasi publik dari berbagai komunitas sosial, baik komunitas kampus, komunitas kepemudaan, komunitas adat, bahkan sampai melibatkan komunitas keagamaan untuk turut memproklamirkan penolakan.



Masih terekam jelas dalam memori publik jejak kotor dari gerakan penolakan sejenis ini, dikemas dengan narasi-narasi hipokrisi, agenda politik underground dan agenda undertable sesungguhnya sedang berafiliasi mencapai tujuan. Publik sejatinya telah cukup mampu menerawang modus gerakan bertopeng dan bersayap itu, aktornya itu-itu juga, endingnya kesitu juga. Itulah kenapa gerakan penolakan ini tidak lagi efektif menghimpun dukungan publik, tidak mampu berkembang dan justru mendapat pertentangan publik yang semakin luas. Ratusan ribu masyarakat di daerah tetap mendukung itikad baik pemkab Manggarai Timur dan Pemprop NTT dalam menghadirkan perubahan melalui gerbang investasi industri. Bahkan hingga saat ini parakontra tidak berani secara langsung mendatangi warga lingkar pabrik sebagai pemegang hak lahan untuk sekedar memberikan edukasi dan advokasi. Diketahui 95% warga pemilik lahan di lokasi eksplorasi (Lengko Lolok) dan lokasi produksi (Luwuk) justru telah sepakat dan menerima kehadiran investasi ini dengan suka cita. Hari ini rumah hunian mereka lebih baik, menikmati fasilitas listrik yang telah sekian generasi hidup dengan lampu pelita.

BACA  Opini| Misteri Penderitaan dan Peran Soteriologi Menurut Edward Schillebeeckx

Agitasi dan propoganda penolakan pabrik semen yang dilakukan lewat berbagai media baik media daring, media sosial maupun media konvensional dinilai banyak pihak sarat kepentingan. Rasionalisasi cenderung imajiner, membangun pesimisme dan ketakutan melalui penggiringan dan doktrin akal publik untuk melihat sisi negatif industri tanpa sedikitpun melihat peran strategis industri dalam pembangunan masyarakat, daerah dan negara. Bahkan tidak jarang para kontrais aliran ektirimis men-demoralize para pihak yang mendukung dengan berbagai justifikasi negatif. Setiap kelompok yang mendukung pandirian pabrik semen ini akan dikanalisir sebagai corong penguasa, calo dan congor investor, berpikir sesat dan berbagai stigmatisasi negatif lainnya. Seolah-seolah kebenaran mutlak milik kontrais sehingga wajib diterima sebagai sabda dan firman Ilahi.

Sejak awal saya cukup aktif mengikuti dinamika pertentangan antara nalar para proposisi dan nalar parakontrais diberbagai ruang diskursus. Bahkan sejak rencana pendirikan pabrik disampaikan ke publik, secara jujur dan terbuka saya telah men declare pada posisi yang mendukung kehadiran investasi padat modal ini dengan menuangkan beberapa opini. Kepentingannya tidak lebih dari sekedar mendukung itikad baik pemerintah daerah untuk membawa masyarakat dan daerah keluar dari predikat tertinggal saat ini. Membangun kesadaran bersama bahwa hampir tidak ada daerah maju tanpa peranan industri. Apalagi semen adalah material dasar yang pasti dibutuhkan untuk pembangunan fisik apapun. Kita bisa memprediksi geliat pembangunan infrastruktur dan investasi di daerah ini kedepan akan bergerak positif, perputaran uang, barang dan jasa di daerah akan melaju cepat, pendidikan kejuruan dan perguruan tinggi di daerah juga akan ikut mempersiapkan sumber daya manusia yang qualified untuk mengisi sejumlah peluang kerja di daerah. Semua itu akan bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat dan daerah itu sendiri.

BACA  Bernadus Nuel: Secara Pribadi, Saya Setuju Kehadiran Pabrik Semen

Namun demikian, seberapapun sehatnya analisis itu akan tetap buruk, tidak waras dan sesat menurut kontrais. Ini menunjukkan ada masalah penyempitan pembuluh nalar parakontra sehingga fungsi otak kiri yang menumbuhkan pola pikir logis, kritis dan kreatif dengan pendekatan-pendekatan seperti problem solving, problem possing, cooperative minded atau open ended problem dan sebagainya. Khas otak kiri ini adalah berpikir divergen dimana membiarkan otak kiri bebas bergerak ke segala arah untuk menemukan gagasan terbaik. Sedangkan fungsi otak kanan lebih kepada berpikir konvergen, dimana cenderung mempersempit ide dengan menyeleksi gagagasan tertentu. Sejauh ini kedua pola berpikir diatas (divergen-konvergen) tidak merepresentasikan posisi kontrais aliran ekstrimis itu. Ada kecenderungan cara berpikir lain sejenis detergen, dimana lebih berfungsi sebagai pencuci otak karena memposisikan setiap gagasan yang berbeda sebagai kotoran. Fungsi berpikir sejenis ini akan kerap melahirkan kontradiksi yang tidak ideal ditengah kebebasan bergagasan.