January 26, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Kata Bupati Dula Soal Jenasah PDP Hilang dari Liang Lahat

Pihak yang melakukan penggalian dan pemindahan jasad PDP tersebut tidak memahami aturan.

ManggaraiPost, LABUAN BAJO – Belum lama ini, warga di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), dihebohkan dengan hilangnya jasad Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tanpa sepengetahuan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Pembongkaran makam Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tersebut diduga dilakukan oleh pihak keluarga.

Kepada sejumlah awak media di Kantor Bupati Manggarai Barat pada Senin, (08/06/2020) Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch Dula menjelaskan, pihak yang melakukan penggalian dan pemindahan jasad PDP tersebut tidak memahami aturan. Selain itu, secara adat dan budaya, penggalian kubur merupakan sesuatu yang dianggap tabu.



“Hanya mereka sudah pindah atau curi, kita tidak mungkin pergi gali lagi, tidak mungkin, sudahlah,” paparnya.

BACA  Kapolri Saksikan Langsung Donor Plasma Konvalesen di Polda NTT

Selanjutnya, pihak pemerintah daerah setempat akan meminta kepada keluarga yang telah melakukan penggalian jasad tersebut untuk menandatangani berita acara dan membuat pernyataan bahwa mereka bertanggung jawab atas perbuatan itu.

“Kemudian harus ada surat teguran dari pemerintah bahwa tidak boleh,” tegas Bupati Gusti.

Selain itu kata Bupati Gusti, dari pengalaman ini, pihaknya akan melakukan penjagaan di area pekuburan tersebut sehingga kejadian tersebut tidak terulang.

“Iya, harus dijaga,” katanya saat ditemui di Kantor Bupati Mabar, Senin (8/6/2020) siang.

Ia mengakui ada kerinduan dan harapan warga agar dapat melakukan penguburan secara keluarga. Namun, hal tersebut dapat dilakukan setelah 18 bulan setelah jasad PDP itu dikuburkan sesuai Protap Covid-19.

BACA  Presiden Jokowi Targetkan Jumlah Vaksinasi Dua Kali Lipat pada Bulan Agustus

“Pemerintah lakukan secara protap Covid-19, kan ada kerinduan kita, akan dikembalikan, tapi persyaratannya 18 bulan. Karena sama saja kerinduan kita untuk ke gereja dan ke masjid berjamaah, jadi tunggu saja,” ungkapnya.

PDP yang telah dikebumikan di kampung halamannya, lanjut dia, terkonfirmasi negatif Covid-19 setelah dimakamkan secara protap Covid-19.Namun, karena terkonfirmasi reaktif rapid test, sehingga pemerintah melakukan penguburan jenasah sesuai protap Covid-19.

“Kebetulan data awal dia Rapid tes positif reaktif dan PDP, jelas penguburannya harus sesuai protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu dimakamkan di pekuburan milik pemerintah daerah di Manjerite Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Tanjung Boleng, Kabupaten Mabar.