January 26, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Dinas Pertanian Provinsi NTT Adakan Pelatihan Pendamping Program TJPS

"Target dari program ini, para petani panen jagung bisa menghasilkan sapi. Sehingga kita bisa mengembalikan julukan selama ini bahwa NTT merupakan provinsi gudang ternak,” lanjut Evert.

ManggaraiPost, Borong – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur memberikan pelatihan kepada pendamping lapangan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

Marsel Ndaru selaku panitia penyelenggara pelatihan menjelaskan bahwa program TJPS merupakan program Gubernur untuk membantu perekonomian masyarakat NTT.



“Program ini adalah program Gubernur untuk membantu perekonomian masyarakat NTT. Dalam program ini kami mencari tenaga pendamping yang bertanggung jawab dan siap untuk bekerja di lapangan,” jelas Marsel kepada awak media di Aula Hotel Gloria Toka Borong, Rabu (24/06/2020).

BACA  NTT Catat Kasus Transmisi Lokal Perdana Covid-19

Dia menjelaskan, nara sumber yang memberikan pelatihan tersebut terdiri dari 3 (tiga) orang, 2 orang dari BTPT Kupang dan 1 orang dosen dari Fakultas Peternakan Undana Kupang.

Ia juga menambahkan bahwa luas lahan yang akan dikelola oleh 3 (tiga) Kabupaten yakni 1000 Ha lebih.

Salah satu tim ahli dari BPTP Provinsi NTT, Evert Hosang menyampaikan konsep dasar dari program TJPS ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan produksi dan kualitas jagung di NTT.

“Selama ini, kebutuhan jagung di NTT masih sangat kurang, sehingga masih impor jagung dari daerah diluar NTT,” ungkapnya.

Evert menjelaskan bahwa nama program ini yaitu Tanam Jagung Panen Sapi atau TPJS.

“Target dari program ini, para petani panen jagung bisa menghasilkan sapi. Sehingga kita bisa mengembalikan julukan selama ini bahwa NTT merupakan provinsi gudang ternak,” lanjut Evert.

BACA  Ketua Pansel TFL: Polemik Soal Saya Ketua Partai Berlebihan

Pada kesempatan itu seorang peserta pelatihan asal Matim, Dominikus Lawi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Partanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT serta panitia pelaksana atas terlaksananya program TPJS.

“Dengan adanya program ini, kami (peserta TPJS) mendapatkan pekerjaan. Sangat bersyukur menjadi bagian dari program ini. Terima kasih kepada Dinas Partanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dan panitia pelaksana,” ucapnya.

Dominikus berjanji akan menyukseskan program TJPS untuk Zona Flores 2.

“Kami harus bisa meningkatkan produksi dan kualitas jagung di NTT,” tutupnya.

Hadir pada pelatihan TPJS, peserta berasal 3 (tiga) kabupaten yakni Manggarai Barat (Mabar) 5 orang, Manggarai 4 orang, dan Manggarai Timur (Matim) 5 orang. (*)