October 23, 2021

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Anisitus Amanat Gaham

Sekedar Berpendapat Tentang Pabrik Semen di Manggarai Timur

Beda pendapat dalam negara demokrasi bukan sekedar dirawat tapi wajib dikembangkan untuk dimiliki secara pribadi setiap individu dalam negara. Tapi janganlah beda pendapat itu mengorbankan tujuan yang lebih besar manfaatnya untuk mayoritas masyarakat. Semoga.

Anisitus Amanat Gaham |

Notaris/PPAT di Kabupaten Kendal, Wilayah Jabatan/Kerja Privinsi Jateng, Pengamat Fenomena Kehidupan Berhukum Masyarakat, tinggal di Kota Semarang.

Pro dan kontra tentang rencana membangun pabrik semen di wilayah Manggarai Timur saat ini masih terus bergulir kencang. 



Tulisan ini digelontarkan bukan sekedar memblok yang kontra dan okay kepada yang pro tetapi sebatas memberi lanskap lain yang mungkin ada nilai plusnya untuk dipertimbangkan.



Pertama, pabrik semen di Indonesia sudah banyak diselenggarakan di berbagai daerah di Indobesia. Artinya di Manggarai Timur, kalau kelak ada bukanlah yang pertama di Indonesia dan apalagi di Kupang sudah ada.

BACA  Marta Muslin Tulis Minta Perusahaan Beri Pelatihan Desain Bisnis kepada Masyarakat Lengko Lolok

Kedua, pabrik semen di Kupang dan berbagai daerah di Indonesia lainnya sampai saat ini belum ada berita tentang kerusakan lingkungan yang mengakibatkan korban individu atau kelompok masyarakat.

Ketiga, pabrik semen itu tidak selalu berarti sebuah lokasi yang didirikan bangunan sebagai tempat penyelenggaraan pabrik semen yang berpotensi polusi udara karena debu bertebaran ke udara yang bersumber dari mesin olahan pabrik semen. Pabrik semen itu umumnya mengambil satu komponen lingkungan, seperti batu gamping yang keberadaannya di bagian atas permukaan kulit bumi dan tidak jauh di dalam perut bumi,  sehingga tidak harus digali sampai merusak lingkungan.

Keempat,  limbah pabrik semen itu umumnya debu dan kebisingan suara mesin tetapi sekarang pabrik semen sudah  mesin peredam suara dan pengendali debu. 

BACA  Turun ke Jalan, RMM Galang Dana untuk Bapak Lambertus

Kelima, mengambil bahan baku pabrik semen yang berasal dari media lingkungan hidup tetap ada potensi kerusakan lingkungan, seperti tanah berlubang-lubang dan genangan air yang mengakibatkan air sungai untuk pertanian berhenti mengalir dan mungkin juga mengganggu kebutuhan air bagi hewan ternak atau air untuk konsumsi masyarakat namun karakter kerusakan lingkungan seperti ini bukan sesuatu yang tidak bisa direhabilitasi. 

Keenam, semen itu merupakan produk paling handal untuk penuhi kebutuhan pelaksanaan pembangunan infrastruktur.  Pabrik semen yang letaknya lebih dekat dengan lokasi pelaksanaan pembangunan secara matematis harganya lebih murah sehingga merangsang pemerintah dan anggota masyarakat untuk membangun lebih banyak ke sektor infrastruktur seperti jalan ke pelosok-pelosok desa dan kampung.

BACA  28 Personil Polres Manggarai Belum Diizinkan Terima Vaksin

Ketujuh,  pabrik semen itu memiliki karakter padat karya sehingga bisa mengurangi jumlah pengangguran.

Akhirnya, saya sampaikan sebagai kesimpulan bahwa pendirian pabrik semen di Manggarai Timur sangat perlu didahului dengan studi banding untuk mendapat data awal tentang plus minusnya dan kiranya tidak terlampau dini mengambil konklusi menolak atas dasar pertimbangan sepihak dari yang kontra saja. 

Beda pendapat dalam negara demokrasi bukan sekedar dirawat tapi wajib dikembangkan untuk dimiliki secara pribadi setiap individu dalam negara. Tapi janganlah beda pendapat itu mengorbankan tujuan yang lebih besar manfaatnya untuk mayoritas masyarakat. Semoga.