January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigdo, S.I.K saat mengunjungi Tarsisius Eri Hardi, korban peluru nyasar pada kasus Rabies tahun 2020.

Kapolres Manggarai Kunjungi Korban Peluru Nyasar pada Kasus Rabies Tahun 2000

Kapolres Mas Anton menyampaikan ungkapan maaf kepada Tarsisius dan keluarga atas kejadian yang menimpa dirinya 20 tahun silam. Ia berharap, kunjungan ini bisa selalu menjaga komunikasi dan tali silahturami.

ManggaraiPost, Ruteng – Peringati Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020, Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigdo, S.I.K mengunjungi Tarsisius Eri Hardi (41), korban peluru nyasar dalam pembubaran paksa aksi masa pemerotes penanganan kasus penyakit anjing gila atau rabies pada 07 Juli 2000 di depan Polres Manggarai.

Kapolres bersama sejumlah jajaran Polres Manggarai diterima keluarga pria yang biasa disapa Achik secara adat Manggarai berupa Tuak dan Manuk Kapu di Rumahnya di Lawir, Langke Rembong pada Selasa, 30 Juni 2020.



Dalam kunjungan ini, Kapolres Mas Anton menyerahkan sejumlah uang dan sembako.

BACA  PPK Mengaku Belum Mendapat Sosialisasi Aturan Terbaru, Ketua Askonas: Aturan Itu ada Sejak Lama

“Ini kami kunjungi pak Tarsi serta keluarga dalam rangka peringatan hari Bhayangkari ke-74. Mohon jangan dilihat isinya melainkan niat baik dan tulus dari kami (Polres Manggarai, red),” kata Mas Anton menjawab sapaan kepok keluarga Tarsisius.

Lebih lanjut, Kapolres Mas Anton menyampaikan ungkapan maaf kepada Tarsisius dan keluarga atas kejadian yang menimpa dirinya 20 tahun silam. Ia berharap, kunjungan ini bisa selalu menjaga komunikasi dan tali silahturami.

“Saya atas nama pribadi, wakapolres, dan seluruh jajaran Polres Manggarai sampaikan ungkapan maaf atas kejadian yang menimpa Tarsisius (20 tahun lalu, red). Saya kira pristiwa itu tidak disengaja. Semoga dengan kunjungan ini, ke depan kita bisa terus saling bersilaturahmi,” ungkap Kapolres.

BACA  Terkait Rekaman Ancam Pegawai, Hery Ngabut: Itu Cara Saya Supaya Pegawai Profesional

Pada kesempatan yang sama, Tarsisius pun menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kehadiran Kapolres Manggarai dan jajarannya. Menurutnya, kehadiran Kapolres dan jajarannya saat ini juga mengakhiri polemik tentang kejadian yang menimpa dirinya 20 tahun lalu.

“Saya pribadi, orang tua dan keluarga sangat mengapresiasi atas kunjungan bapak Kapolres. Apa pun yang saya alami selama 20 tahun sudah saya terima dengan ikhlas. Terimakasih atas kunjungan bapak. Hari ini juga saya nyatakan, apa pun yang terjadi dengan saya, sudah selesai,” kata Tarsisius menyambut kehadiran Kapolres dan jajarannya.

Tarsisius berharap, semoga dibawah kepemimpinan Mas Anton, Polres Manggarai benar-benar menjadi pengayom dan menjamin keadilan bagi masyarakat Manggarai.

BACA  Kilang Minyak Terbakar, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tidak Terganggu

“Saya berharap kedepan Polres (Manggarai) bisa benar-benar mengayomi masyarakat. Semoga Polres Manggarai bisa benar-benar memberikan keadilan dan yang terbaik untuk masyarakat. Terimakasih sudah datang dan saya bangga,” tutup Tarsisius.

Untuk diketahui, Tarsisius Eri Hardi adalah korban peluru nyasar yang ditembakkan ke udara saat anggota Polres Manggarai membubarkan secara paksa massa aksi protes penanganan kasus “Rabies” pada 7 Juli 2000 silam. Enam butir peluru menyasar di punggung dan pinggang Tarsisius. Akibatnya, hingga kini selama 20 tahun Tarsisius hanya bisa beraktivitas di rumah menggunakan kursi roda. Dan selama 20 tahun setelah kejadian, ini merupakan kunjungan pertama pihak Polres Manggarai.