January 26, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Pembakaran Sampah Limbah B3 di Mesin Insenerator Milik RSUD Borong

Pemda Matim Lakukan Pembakaran Sampah Limbah B3 di Mesin Insenerator Milik RSUD Borong

"Ada sampah medis yang dikirim dari empat puskesmas yang juga ikut dibakar. Hari ini kami adakan pembakaran perdana", ungkap Kadis Tintin

Borong, ManggaraiPost – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur, NTT melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim) melakukan pembakaran perdana sampah limbah B3 dari selter Covid-19 Manggarai Timur di mesin insenerator milik RSUD Borong, Selasa (07/07/2020).

Turut terlibat dalam kegiatan ini beberapa stakeholder terkait, diantaranya pihak RSUD Matim, Kasat Reskrim polres Matim, Dandramil Borong, dan Dinas BLHD Matim.



Kepala Dinas Kesehatan Matim dr. Surip Tintin menjelaskan, pembakaran sampah yang dilakukan hari ini merupakan sampah yang berasal dari limbah B3, sampah domestik dari selter Covid-19 Manggarai Timur dan sampah medis dari puskesmas.

“Ada sampah medis yang dikirim dari empat puskesmas yang juga ikut dibakar. Hari ini kami adakan pembakaran perdana”, ungkap Kadis Tintin

BACA  Polres Matim Gandeng Wartawan Bagikan Masker Gratis di Pasar Borong

Kedepannya, kata dia, limbah B3 rumah sakit dan juga limbah B3 dari 29 puskesmas yang ada di wilayah Matim akan dikirim secara bertahap ke rumah sakit untuk dilakukan pembakaran. Sebab, di 29 puskesmas yang tersebar di kabupaten Manggarai Timur itu belum memiliki alat untuk membakar sampah B3 dan sampah domestik.

Ia mengatakan, kapasitas alat pembakar sampah itu bisa membakar 1 kubik per jam dengan suhu 1200. Mesin itu mampu membakar seluruh sampah berbahaya termasuk dari logam.

“Mesin Insenerator rumah sakit ini bisa dimanfaatkan untuk seluruh sampah limbah B3, bukan hanya limbah dari puskesmas dan rumah sakit. Akan tetapi sampah dari pihak swasta, dari masyarakat dan juga dari institusi pendidikan bisa di bakar di sini. Sampah-sampah daerah tetangga juga bisa dikirim ke sini untuk dibakar”, jelasnya

BACA  Tatap Muka Perdana, Mikael Jaur Berharap Dinsos Matim Berbenah

“Kami mengupayakan untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda). Sehingga ada pemasukan PAD untuk daerah ini,” lanjut dia.

Pada kesempatan yang sama, direktur RSUD Matim dr. Yori Emilia H. Y. mengatakan bangga karna mesin insenerator pengolahan limbah B3 sudah disediakan.

“Kita merasa lebih aman karna kita sudah memiliki sarana yang sesuai dengan standar”, ungkapnya penuh senang.

Mesin insenerator ini, kata dia, bisa memenuhi kebutuhan pengolahan limbah B3 untuk 29 puskesmas di wilayah kerja Kabupaten Matim.

dr. Yori berharap, kedepan Pemda segera mempersiapkan tempat khusus untuk menyimpan abu dari sisa pembakaran limbah B3. Karena saat pembakaran pasti dia menghasilkan abu. Selain itu, ia juga berharap akses jalan menuju mesin insenerator ini bisa segera diselesaikan karna jalannya agak sedikit menyusahkan pihaknya.

BACA  Tinjau Kawasan Industri Batang, Presiden Jokowi: Buka Lapangan Kerja Sebanyak-Banyaknya

Terpisah, Kadis BLH Matim Drs. Donatus Datur menuturkan, pembakaran sampah melalui mesin insenerator yang dilakukan hari ini sangat luar biasa sehingga sampah-sampah yang ada tidak buang di sembarang tempat, khususnya sampah medis.

Menurutnya, sampah medis kalau dibuang di sembarang tempat pasti ada dampak yang sangat besar terhadap masyarakat.

Dikatakannya pula, kegiatan hari ini adalah pembakaran pertama sampah limbah B3 dengan menggunakan alat insenerator milik RSUD Borong.

“Walaupun kegiatan hari ini belum ada izin tapi kami mendapat dispensasi dari pihak dirjen persampahan dan limbah agar sampah limbah B3 dari selter Covid-19 harus segera dibakar”, ungkapnya.