January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Sorgum Sehat, Sorgum Berduit

Nenek moyang kita dulu betul-betul membudidayakan Pesi, Mesa dan Lepang sebagai makanan tradisional.

ManggaraiPost, Borong – Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Petani Sorgum melalui jalur Gereja bekerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia, melaksanakan Pelatihan dan Pengelolaan Pascapanen Sorgum di wilayah Paroki Santo Damian Beamuring, Desa Deno, Kecamatan Pocoranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. (Sabtu, 17/10/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Manggarai Timur, Duta Sorgum NTT, Koordinator Yayasan Ayo Indonesia, Poktan Milenial Kota Komba, KWT Songke Lamba Leda, PPL pertanian, Kepala Desa Deno dan utusan dari setiap KBG se-Paroki St. Damian Beamuring.



Untuk diketahui, Sorgum (Sorghum spp.) merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri.

Sorgum memiliki banyak kandungan vitamin, mineral, dan zat mikro yang membantu tubuh membangun jaringan dan sel baru, serta kalium dan fosfor. Selain itu, sorgum juga mengandung seng, tembaga dan lebih dari 20 mikronutrien serta kaya antioksidan.

Sorgum telah lama dikenal oleh petani Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) namun budidaya dan pengembangannya masih terbatas.

BACA  Plan Indonesia Salurkan Bantuan bagi Penyintas Banjir Bandang di Lembata, NTT

Sorgum memiliki daya adaptasi yang luas. Tanaman ini tahan terhadap kekeringan dan dapat tumbuh dengan baik walaupun dibudidayakan pada lahan yang kurang subur, air yang terbatas serta input yang rendah. Bahkan di lahan berpasir pun masih dapat tumbuh dengan baik. 

Sorgum baik ditanam pada daerah dengan kisaran ketinggian 0-500 mdpl. Sorgum memiliki keunggulan yaitu lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibandingkan dengan tanaman palawija lainnya. Hal ini disebabkan karena tanaman ini memiliki kandungan tanin yang tinggi.

Koordinator Program Peningkatan Pertanian untuk Masyarakat Pedesaan, Richardus Rosen kepada media ini mengatakan, “Dalam implementasi kami bekerja sama dengan beberapa pihak. Misalnya, pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan pihak gereja serta kelompok masyarakat yang mempunyai perhatian untuk mengurangi kemiskinan dengan pengembangan melalui pengelolaan Sorgum dan pembuatan pupuk organik”.

Rikardus berharap, dengan adanya pengelolaan sistem pertanian yang baik dan pengembangan budidaya sorgum dapat meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Manggarai Timur. Selain itu, ia juga mengingatkan tentang pentingnya upaya yang dilakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati; misalnya budidaya sorgum, mempertahankan benih yang ada kemudian memelihara benih tersebut untuk ketahanan pangan.

BACA  Polres Manggarai Kembali Berhasil Bekuk 2 Orang DPO Kasus Pencurian

Tokoh gereja yang ada di Flores sangat mendukung program pengembangan Sorgum, karena Sorgum dapat dijadikan makanan pokok dan memiliki khasiat yang sangat baik.

Pastor Paroki St. Damian Beamuring sekaligus tuan rumah dalam kegiatan ini, Rm. Marsel Asan, Pr mengatakan, “kami pihak gereja sangat mendukung dengan program pemerintah mencanangkan Sorgum ini dan gereja sendiri melakukan pemberdayaan kepada masyarakat; dan ini juga bagian dari gerakan gereja itu sendiri.”

Dia berharap agar masyarakat petani yang mengikuti kegiatan ini betul-betul memahami manfaat budidaya sorgum dan pengelolaan pascapanennya, kemudian bagimana mereka mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari .

Romo Marsel juga memberikan peneguhan kepada semua peserta yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. “Bahwa tidak hanya membudidayakan, tetapi mempertahankan warisan dari nenek moyang kita sebelumnya”, tuturnya.

Dalam pelatihan budidaya dan pengelolaan pascapanen Sorgum di wilayah Paroki Beamuring ikut hadir penggagas Sorgum NTT, Ibu Maria Loretta. Dia sangat antusias dengan adanya masyarakat yang ikut mengelola dan membudidayakan Sorgum, karena Sorgum ini asal dari pulau Flores yang dulunya sebagai makanan pokok masyarakat NTT.

BACA  Terkait Kasus Pemerkosaan Anak di Manggarai, YMP Sampaikan Catatannya

Ibu Maria Loretta mengatakan, “tujuan utama saya menggagas Sorgum ini adalah 80 % Petani NTT Seni Arit yang potensial untuk mengembangkan tanaman-tanaman istimewa. Dengan benih-benih istimewa, sesuai habitat Nusa Tenggara Timur dan kepulauan Flores yaitu Sorgum yang sudah dikenal dari zaman dahulu dengan nama masing-masing; seperti kita di Manggarai yang sedang dikembangkan dan kita tanam Sorgum itu dengan nama Pesi, Mesa, dan Lepang.”

Ibu Loretta menambahkan bahwa dengan nama tersebut, nenek moyang kita dulu betul-betul membudidayakan Pesi, Mesa dan Lepang sebagai makanan tradisional.

Ketika masyarakat sudah menikmati manfaat makan Sorgum ini, ekonomi pangan tidak akan kekurangan.
Ibu Maria Lauretta mengungkapkan tentang pentingnya budidaya Sorgum dengan mottonya, ‘Sorgum Sehat, Sorgum Berduit’.

Laporan : Hubertus Basri
Editor: Jy