January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Setahun Menjabat DPRD Matim Periode III, Sipri Habur Paparkan LPJ kepada Masyarakat

“Ketika hari ini Saya gelar Reses di Kapela Rejo itu karena memiliki tanggungjawab moral terhadap Gereja. Saya berfikir tentang kepentingan umat,” ungkap mantan ketua PMKRI Cabang Denpasar itu.

ManggaraiPost, Borong Selain menyerap aspirasi masyarakat, pada saat reses di Desa Leong Kecamatan Poco Ranaka, anggota DPRD Manggarai Timur (Matim), Siprianus Habur juga melaporkan pertanggungjawabannya kepada masyarakat, selama setahun beliau menduduki jabatan legislatif.

Kegiatan reses anggota DPRD Matim itu dilaksanakan di Kapela Stasi Rejo Paroki St. Damian Bea Muring, Minggu (18/10/2020).



Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Desa Leong bersama staf, Ketua BPD Desa Leong, Pastor Paroki St. Damian Bea Muring Romo Marsel Hasan, Ketua Stasi Rejo, tokoh pendidikan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para penggerak PKK Desa Leong serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan resesnya, politisi dari Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyampaikan sejumlah pokok persoalan seputar pembangunan di Manggarai Timur, terutama terkait pembenahan infrastruktur jalan dan Fasilitas Kesehatan (Faskes), Sarana Prasarana (Sarpras) pendidikan di Manggarai Timur khususnya wilayah Kecamatan Poco Ranaka.

Dalam sambutannya, Siprianus Habur menjelaskan, kehadirannya saat itu adalah dalam rangka melaksanakan tugas reses anggota DPRD.

“Yang telah dipercayakan sebagai penyalur aspirasi masyarakat Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur, khususnya di Dusun Rejo Desa Leong. Setahun menjabat sebagai anggota DPRD dan hari ini saya hadir dalam rangka menjalankan tugas lembaga dewan yaitu tugas reses,” jelasnya.

“Reses dalam rangka menyampaikan program atau kegiatan yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan oleh pemerintah dan apa yang telah saya buat selama setahun menjabat anggota DPRD,” ungkap legislator dengan sapaan Sipri itu.

Pengakuan selendang sonket kepada Siprinus Habur, S.Sos oleh ibu Sisilia Saima. Foto: ManggaraiPost.com || Yohanes Marto

Kepada masyarakat Siprianus Habur menjelaskan, sebanyak tiga komisi di DPRD Manggarai Timur yaitu Komisi pemerintahan, komisi pembangunan dan komisi keuangan.

“Selama setahun berada di lembaga dewan,” jelasnya, Siprianus Habur dipercayakan sebagai Ketua Komisi Pembangunan, “Omong jalan, omong sekolah dan kesehatan. Itu di bidang saya,”.

Selain Ketua Komisi Pembangunan, Siprianus Habur juga sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Manggarai Timur, “Sedangkan ketua badan anggaran itu, secara eksofisio dijabat oleh ketua dan wakil-wakil ketua DPRD. Sedangkan kami yang lain adalah anggota,” jelasnya.

BACA  Pelaku Penembakan Satwa Liar Dilindungi di NTT, Dikenai Sanksi Adat

Kepada masyarakat yang hadir pada kegiatan reses saat itu, Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Poco Ranaka itu menjelaskan keterwakilan politik Poco Ranaka di lembaga dewan sangat kuat. “Itu kalau bicara soal kepentingan rakyat Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur,” ungkap Siprianus Habur.

“Hal tersebut,” jelasnya, “didukung dengan keberadaan anggota DPRD dari Dapil Poco Ranaka yang cukup banyak”.

Secara keseluruhan, anggota DPRD Manggarai Timur dari wilayah Poco Ranaka yaitu Bonefasius A. Jeramat dari PAN, Herman Hardi dari PSI, Bonaventura Jemarut dari PKB dan wakil Ketua II DPRD Manggarai Timur, Damianus Damu dari partai PERINDO dan Siprianus Habur dari PBB, Nober Atus dari GERINDRA.

“Wakil Ketua I DPRD Bernadus Nuel dari partai Hanura. Beliau adalah keterwakilan wilayah Poco Ranaka Timur,” ungkap Siprianus Habur.

Pada periode sebelumnya Siprianus Habur melaksanakan reses di SDN Rejo. Saat itu Siprianus Habur serap aspirasi masyarakat terkait usulan pembangunan gedung SMA Negeri IV Poco Ranaka di Rejo.

“Bersama Bapak Paulus Sadan saat itu, akhirnya SMA Negeri IV Poco Ranaka didirikan,” ungkapnya.

“Dalam setiap kesempatan reses,” ujarnya, “saya selalu mempunyai target yang jelas. Kalau saya reses di sekolah artinya saya berpikir tentang generasi penerus kita”.

Di hadapan umat Stasi Rejo, Siprianus Habur menjelaskan bahwa kegiatan reses yang dilakukannya merupakan bagian dari tanggung jawab moral.

“Ketika hari ini saya gelar reses di Kapela Rejo itu karena memiliki tanggung jawab moral terhadap gereja. Saya berfikir tentang kepentingan umat,” ungkap mantan ketua PMKRI Cabang Denpasar itu di hadapan umat Stasi Rejo.

Sesi foto bersama anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur Siprinus Habur, S.sos bersama tokoh pendidikan Desa Leong Bapak Paulus Sadan (Kedua dari Kanan), Pastor Paroki St Damian Rm. Marsel Hasan, Pr (Ketiga dari Kanan), Kepala Desa Leong, Ketua BPD Desa Leong, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Leong. Foto: Manggarai Post.com || Yohanes Marto

“Hidup ini bukan untuk kepentingan duniawi semata tetapi juga untuk kepentingan pelayanan terhadap gereja sebagai pusat pelayanan iman,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Siprianus Habur mengapresiasi kinerja Pemerintah Desa Leong atas pelaksanaan fisik program pembangunan di desa itu.

“Saya melihat pemerintah desa dan BPD sudah membangun jalan menuju gereja. Meski demikian masih ada kekurangan yang perlu dibenahi,” katanya.

Siprianus Habur menjelaskan bahwa dalam rangka mendukung program Pemerintah Desa Leong itu, ia perjuangkan pembenahan Gereja Stasi Rejo pada rapat APBD perubahan Kabupaten Manggarai Timur tahun 2020.

BACA  Potret Pendidikan SMP Negeri di Matim, Tidak Ada Gedung Sekolah Hingga Ujian Online di Bukit

“Saya akhirnya secara mendadak komunikasikan hal ini kepada ketua stasi dan pastor paroki bahwa tahun 2020 kita akan tuntaskan fisik Kapela Stasi Rejo,” jelas Siprianus Habur.

Hasil rapat APBD perubahan tahun 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100,000,000 untuk tuntutan pembangunan Kapela di Stasi Rejo.

“Syukur kalau lebih atau ada penambahan karena target saya itu kemarin sekitar Rp 110,000,000,” ungkapnya.

“Anggaran tersebut,” kata Siprianus Habur, “sudah ditetapkan pada APBD perubahan tahun 2020, sehingga waktu pelaksanaannya sangat singkat,” kata Sipri.

Karena itu DPRD tiga periode itu meminta komitmen umat untuk melaksanakan program tersebut.

“Karena baru dua minggu lalu kami baru menetapkan APBD perubahan. Sekarang sedang pembenahan buku,” jelasnya.

“Sedangkan pencairan anggarannya,” jelas Siprianus Habur, “akan diproses di bagian keuangan”.

“Nanti dari bagian keuangan hubungi ketua stasi atau pastor paroki sekitar di akhir bulan Oktober atau awal November,” ungkapnya.

Siprianus Habur juga menjelaskan alasannya memilih Kapela Stasi Rejo sebagai tempat pelaksanaan reses. “Untuk melihat kebersamaan umat untuk membangun Kapela Stasi Rejo,” ungkapnya.

“Itulah tujuan saya melaksanakan reses di tempat ini. Karena saya membutuhkan jaminan. Karena ini soal tanggung jawab moral mengurus uang negara,” tegas Sipri.

Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Poco Ranaka itu berharap pembenahan Kapela Stasi Rejo bisa rampung pada pertengahan bulan Desember.

“Minimal sebelum Natal, gereja ini selesai dibenahi,” ungkapnya.

Karena itu, Siprianus Habur berharap agar umat di Stasi Rejo bisa secara gotong royong demi percepatan pembenahan kapela tersebut.

“Agar proses pengerjaannya lebih cepat, harus gotong royong. Dibutuhkan juga keterlibatan umat,” tegasnya.

Siprianus Habur berharap, semua umat di Stasi Rejo bisa berkontribusi nyata dalam pembangunan tempat ibadah sebagai pusat pelayanan iman di wilayah itu.

Legislator Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengingatkan agar umat memiliki tanggung jawab moral yang sama dalam urusan pembangunan kapela tersebut.

Dia menegaskan, dalam mengawasi program pemerintah, “Kita memiliki tanggungjawab moral yang sama. Tidak ada yang disembunyikan,” tegas Siprianus Habur.

BACA  Thomas Djawa Minta Bawaslu Manggarai Tingkatkan Inovasi Pengawasan

“Anggaran untuk pembenahan kapel stasi ini,” lanjutnya, “merupakan bantuan dari Pemda Manggarai Timur untuk gereja, bukan uang saya. Sebagai anggota dewan saya punya tugas untuk menyampaikan aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan reses tersebut, Ketua Komisi Pembangunan DPRD Manggarai Timur itu mengingatkan beberapa stakeholder terkait yaitu tentang pentingnya transparansi pengelolaan keuangan dalam proyek pembangunan kapela tersebut, nantinya.

Pada sesi dialog reses itu beberapa poin usulan masyarakat Desa Leong diantaranya, pembenahan Fasilitas Kesehatan (Faskes) dasar dan Sarana Prasarana (Sarpras) pendukung lainnya seperti ruang rapat, taman indah dan rabat halaman depan di Pustu Rejo.

Menanggapi usulan itu, Siprianus Habur menjelaskan tentang rencana pembangunan Puskesmas afirmasi, “Kalau bukan di Bea Muring maka kita akan cari tempat. Mungkin di Rejo,” ungkapnya.

“Terkait program air minum bersih,” jelasnya, “sebenarnya pemerintah program air minum bersih khususnya di wilayah Stasi St. Damian. Saluran air minum bersih justru dipotong dan dirusaki oleh masyarakat,” katanya.

Karena itu lanjutnya, khusus untuk program air minum bersih memang banyak tantangan, yaitu mentalitas masyarakat yang tidak mempunyai rasa memiliki.

Siprianus Habur menjelaskan bahwa pemerintah punya tanggung jawab untuk melayani dan menyediakan kebutuhan rakyat, minimal rakyat juga harus bertanggung jawab atas fasilitas yang sudah dibangun.

Siprianus Habur mengatakan, “usulan air minum bersih itu penjadi poin penting, akan disampaikan dalam laporan reses saya di lembaga DPRD Manggarai Timur”.

Sesuai aspirasi masyarakat, Siprianus Habur berharap agar kedepannya pengelolaan air minum bersih yang sebelumnya pernah ada di wilayah Paroki St. Damian Bea Muring, bisa dikembalikan kepada Organisasi Pengelolaan Air Minum (OPAM) di wilayah itu.

“Karena fakta di lapangan, selama air minum ini dikelola oleh OPAM bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Ini juga akan menjadi laporan hasil reses saya di dewan,” kata Sipri.

Pada kesempatan itu, masyarakat juga mengaspirasikan keberadaan kelompok rentan dan kaum jompo. Masyarakat berharap agar kelompok rentan di Desa Leong didata dengan baik. “Lansia harus menjadi program prioritas,” ungkap seorang warga dalam forum reses itu.

Penulis: Yohanes Marto.