January 26, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Bina Daerah Wisata, Menpan-RB Berharap Citra Polisi Manggarai Barat Diubah

Tjohjo Kumolo menjelaskan, Polisi harus memastikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan, "Polisi pariwisata harus mampu mengurus para wisatawan dengan baik termasuk mengurus dokumen di Kepolisian seperti SIM, SKCK," jelasnya.

ManggaraiPost, Labuan BajoMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjohjo Kumolo, mengunjungi kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (22/10/2020).

Saat dijumpai di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Manggarai Barat, Menpan-RB menjelaskan agenda kunjungannya ke kota tujuan wisata “Super Premium”, dalam rangka monitoring dan pembinaan daerah tujuan wisata.



“Labuan Bajo adalah daerah tujuan wisata internasional. Maka, pemerintah daerah, kepolisian dan semua pihak harus siap melayani,” ungkap Tjohjo Kumolo.

Saat itu, Menpan-RB mengapresiasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Setda Manggarai Barat atas pelayanan perijinan yang sejauh ini berjalan dengan baik.

BACA  Setahun Menjabat DPRD Matim Periode III, Sipri Habur Paparkan LPJ kepada Masyarakat

Tjohjo Kumolo mengatakan, ASN sebagai abdi negara harus mampu melayani rakat termasuk kepentingan para investor yang menanamkan modal di Labuan Bajo.

“Disini sudah cukup bagus, tahun 2019 sudah ada 1.082 ijin yang telah diterbitkan. Perhari bisa 10 ijin,” terang Tjahjo Kumolo.

Labuan Bajo sebagai kota tujuan pariwisata kelas dunia mebuka peluang investasi yang besar. Karena itu Pemda Manggarai Barat harus memperketat aturan ijin investasi di wilayah itu, “Mau investasi hotel, rumah makan, harus memperhatikan ijin sepadan jalan PUPR. Tidak boleh dilanggar,” ungkap
Tjohjo Kumolo.

“Silahkan Pak Bupati terapkan kedisiplinan. jangan sampai melanggar aturan dan melanggar aturan. Citra negara akan rusak,” katanya.

BACA  Mediasi Penyelesaian Sengketa Tanah, Kades Compang Diduga Lakukan Pungli

Menpan-RB juga mengatakan bahwa dalam memberikan ijin investasi di Labuhan Bajo harus lebih mengutamakan masyarakat lokal.

“Orang asing pasti akan datang berkunjung di Labuan Bajo. Saya ingatkan, dahulukan pelayanan ijin untuk masyarakat, jangan sampai orang asing bisa dapat ijin buka lapak sedangkan masyarakat kecil dipersulit”, tegasnya.

Menpan-RB juga menjelaskan keinginan Presiden Jokowi agar proses perijinan di Mabar dapat dilakukan lebih efektif dan efisien, “Mana yang gratis, mana yang tidak, dengan kedepankan prinsip tepat waktu serta pelayanan yang baik,” jelasnya.

Dalam konteks pembinaan daerah tujuan pariwisata, Menpan RB berharap agar citra Kepolisian di Manggarai Barat harus diubah menjadi polisi pariwisata.

Tjohjo Kumolo menjelaskan, Polisi harus memastikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan, “Polisi pariwisata harus mampu mengurus para wisatawan dengan baik termasuk mengurus dokumen di Kepolisian seperti SIM, SKCK,” jelasnya.

BACA  Korwas Dikmen Kabupaten Manggarai Menyerahkan SK PLT SMAN 4 Satarmese

“Demikian juga dengan Rumah Sakit Dan Puskesmas Harus melayani masyarakat dengan baik,” tambahnya.

Menpan-RB juga meminta agar pemerintah daerah agar memberi ruang keterbukaan informasi publik kepada Media, terutama terkait layanan perijinan di Kabupaten Manggarai Barat.

“Pemkab harus terbuka dengan media mengenai pelayanan. Bupati dan Gubenur harus 24 jam siap ditanya oleh Wartawan,” pungkasnya.

Penulis: Yohanes Marto.