January 26, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Jusuf Kalla Temui Paus Fransiskus Bahas Masalah Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia

Paus memberikan filosofi arti daripada human Fraternity, kebersamaan manusia dan persaudaraan.

ManggaraiPost, Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Roma, Jumat (23/10/2020).

Pada pertemuan tersebut, mantan Wapres Indonesia, JK bersama Paus Fransiskus membahas terkait kemanusiaan dan perdamaian di dunia. Kalla bertemu pemimpin Gereja Katolik sedunia itu selaku anggota Dewan Juri untuk penghargaan Zayed Award for Human Fraternity.



“Paus itu memberikan filosofi arti daripada human Fraternity, kebersamaan manusia dan persaudaraan; karena ini sangat penting pada dewasa ini dimana dunia mengalami banyak krisis,” kata Kalla, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

BACA  Teror Bom Gereja di Makassar, PP PMKRI Desak TNI-POLRI Jamin Kenyamanan Ibadah Paskah Umat Katolik

“Paus Fransiskus juga berpesan mengenai pentingnya menjaga kerukunan antar umat manusia di dunia, karena tidak ada perdamaian tanpa hubungan antara usia yang baik,” kata Kalla.

Kepada seluruh anggota Dewan Juri, Paus Fransiskus juga berpesan agar bersikap obyektif dalam memberikan penilaian terhadap nominasi peraih penghargaan, “Dewan Juri tentu juga mendapatkan masukan dari Paus dan Paus memberikan langkah-langkah apa yang menjadi bagian untuk ini, karena ini untuk kemanusiaan,” katanya.

Sebelumnya, dalam pertemuan internal Dewan Juri untuk penghargaan kemanusiaan tersebut, Kalla mengusulkan bahwa penemu vaksin dan obat Covid-19 layak mendapatkan penghargaan. Menurut JK bahwa para penemu tersebut ibarat pahlawan karena dapat menyelamatkan kehidupan manusia yang terdampak pandemi.

BACA  Prihatin Dengan Janda Tua yang Tinggal di Gubuk Kecil, Kapolres Manggarai Beri Bantuan Sembako

Untuk diketahui, Zayed Award for Human Fraternity merupakan ajang penghargaan yang dibentuk pada tahun 2019, untuk memberikan pengakuan atas karya luar biasa dari individu dan entitas dalam membuat terobosan dan mendorong kemajuan manusia.

Penghargaan itu diselenggarakan untuk mengenang presiden pertama Uni Emirat Arab dan mantan penguasa Abu Dhabi, Sheikh Zayed bin Sultan al Nahyan.

Zayed Award for Human Fraternity diberikan untuk pertama kalinya pada 2021 kepada para unggulan yang berasal dari kalangan pemerintah, perwakilan PBB dan LSM internasional, hakim mahkamah agung dan akademisi.

Batas akhir penyerahan nominasi ialah 1 Desember 2020 dan pengumuman peraih penghargaan akan dilakukan pada 4 Februari 2021, dengan total hadiah senilai
1.000.000 dolar Amerika Serikat.

BACA  Kesan Pertama Menparekraf Sandiaga Uno Tiba di Wae Rebo

Selain mantan Wapres Indonesia, adapun anggota Dewan Juri lainya dalam ajang penghargaan itu ialah mantan presiden Republik Afrika Tengah, Catherine Samba-Panza, Gubernur Jenderal ke-27 Kanada, Michaelle Jean, Kardinal Dominique Mamberti dan mantan penasihat khusus PBB untuk Pencegahan Genosida, Adama Dieng.

Sumber: ANTARA