January 26, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Kades Nampar Tabang: Tidak Ada Kegaduhan Terkait Program Indonesia Terang di Desa Kami

"Hal tersebut tidak benar. Tidak ada kontroversi biaya," jelas Hilarius Tegu.

ManggaraiPost, Borong – Program Listrik Indonesia Terang pada jaringan Lintas Desa (Lisdes) di Desa Nampar Tabang, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai (Matim) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menuai polemik setelah diberitakan di salah satu media online.

Menanggapi pemberitaan itu Kepala Desa Nampar Tabang, Hilarius Tegu, S.H dalam siaran persnya menjelaskan bahwa tidak ada kegaduhan atau polemik pada program Indonesia Terang jaringan Lisdes di Nampar Tabang.



“Belakangan ini, salah satu warga Desa Nampar Tabang menyampaikan ‘curahan hati’ pada salah satu media online, terkait program listrik Indonesia Terang yang hadir di desa Nampar Tabang,” tulis Hilarius dalam siaran pers yang diterima oleh ManggaraiPost.com, Jumat (23/20/2020).

Kades Nampar Tabang menjelaskan bahwa tuduhan kontroversi soal biaya pemasangan instalasi listrik seperti yang diberitakan oleh salah satu media online baru-baru ini, tidak benar. “Hal tersebut tidak benar. Tidak ada kontroversi biaya,” jelas Hilarius Tegu.

“Biaya-biaya yang ada merupakan biaya yang kami terima lansung dari pihak PLN Ruteng,” imbuhnya.

Demi menghindari polemik berkepanjangan,
pada hari Kamis, 22 Oktober 2020, Pemdes Nampar Tabang menggelar rapat terbuka bersama warga yang merasa dirugikan dalam program tersebut.

Dalam rapat yang dilaksanakan di Kantor Desa Nampar Tabang itu, juga menghadirkan penanggung jawab CV. Dwi Putri bersama anggota tim teknisi, para staf desa, Ketua BPD bersama anggota dan Linmas.

BACA  Festival Desa Binaan Bank NTT Diapresiasi oleh Gubernur VBL

Kades Nampar Tabang menjelaskan rapat bersama itu penting untuk dilakukan dalam rangka menyukseskan program Indonesia Terang yang saat ini sedang berlangsung di desa tersebut.

Kades Hilarius menuliskan, “Setelah semua pihak hadir dalam pertemuan,” mencermati secara saksama tulisan pada media online yang menimbulkan polemik di Nampar Tabang, “Ada beberapa hal yang perlu untuk kami tanggapi. Sehingga inilah tanggapan resmi Pemdes Nampar Tabang,” jelas Kades Nampar Tabang.

Hilarius Tegu menjelaskan, tiga jenis paket listrik dengan rincian biaya sesuai dengan ketentuan pihak PLN yaitu pertama, Paket Hemat Migrasi Sehen dengan rincian biaya yaitu sebagai berikut, 450 VA Rp.1.106.500, daya 900 VA : Rp 1,601,150, dan daya 1300 VA : Rp. 2.060.950.

Kedua, Paket hemat 3T & BST RT dengan rincian daya 450 VA : Rp. 1.320.000, daya 900 VA : Rp. 1.601.000, dan daya 1300 VA : Rp. 2.485.500.

Ketiga, Paket Hemat Reguler, dengan Rincian daya: 450 VA : Rp 1.530.500, daya 900 VA : Rp. 2.022.500, dan daya 1300 VA : Rp. 2.485.500.

Kades Nampar Tabang menerangkan bahwa dari pilihan paket tersebut, masyarakat diberi kebebasan untuk memilih. Hal itu telah disampaikan pada saat sosialisasi.

Kades Nampar Tabang mengatakan, “Tidak benar ada kontroversi harga seperti yang diberitakan”.

Ia juga menambahkan bahwa hingga kini belum ada pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat, baik ke kantor desa maupun ke pihak instalatir.

“Sejak tahap sosialisasi, hingga proses pendaftaran tahap 2 yang sedang berlangsung saat ini. Tidak ada satupun warga desa kami yang melakukan pengaduan ke kantor desa atau melalui nomor ponsel kami serta nomor ponsel pihak instalatir,” terang pria yang akrab disapa Hila itu.

BACA  NTT Pringkat Tiga Terbaik Se-Indonesia Program IGA

“Bahkan, yang bersangkutan pun sudah mendaftar untuk tahap 1 yang saat ini juga akan dilakukan penggantungan meteran. Pada saat pendaftaran, yang bersangkutan tidak pernah melakukan protes terkait variasi harga,” jelasnya.

Sedangkan terkait pemasangan MCB dalam rumah atau sekring, “Lagi-lagi, tidak ada kegaduhan yang terjadi seperti yang diberitakan,” tulis Hila.

Hila membantah terkait adanya kegaduhan terkait program Indonesia Terang Listrik Lintas Desa di Nampar Tabang, seperti yang diberitakan oleh salah satu media online.

“Tidak ada pengaduan masyarakat terkait hal tersebut. Buku tamu Kantor Desa Nampar Tabang, terpantau nihil terkait pengaduan dari masyarakat. Kami mengetahuinya setelah hal ini dimediakan,” tegasnya.

Kendati demikian, Kades Nampar Tabang mengakui adanya kesalahan pemasangan MCB di beberapa rumah milik warga. Keliru dalam penempatan MCB dalam atau sekring. Untuk hal itu, pihaknya menghubungi pihak instalatir.

“Pihak Instatir,” jelas Kades Nampar Tabang itu, “bersedia untuk membenahi atau bahkan mengganti jika ada kerusakan fatal. Hari ini pihak instalatir sudah hadir di desa, untuk melakukan pembenahan. Sehingga kalaupun pemdes dianggap ‘cuci tangan’ terkait hal tersebut, itu juga tidak benar. Kami membantahnya,” tulis Kades Hilarius.

Terhadap semua dugaan seperti yang pernah diberikan, Pemerintah Desa Nampar Tabang menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama: Sejak sosialisasi awal, kita semua telah bersepakat, terkait pengaduan atau apapun mohon untuk disampaikan lansung ke pihak instalatir maupun melalui pihak pemdes. Dengan ini, kami menyimpulkan bahwa yang bersangkutan telah melanggar kesepakatan tersebut. 

BACA  Pernyataan Sikap Masyarakat Lengko Lolok & Luwuk Dukung Pabrik Semen dan Tambang Bahan Baku Semen

Kedua: Dengan tegas kami sampaikan bahwa, sampai saat ini, tidak ada satupun calon pelanggan listrik PLN di desa nampar Tabang yang dirugikan oleh pihak instalatir listrik PLN. Jika saat ini ada calon pelanggan listrik PLN yang merasa dirugikan, kami mempersilahkan kepada yang bersangkutan untuk melaporkan lansung ke pihak penegak hukum terkait. 

Ketiga: Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang. Pihak instalatir siap melayani calon-calon pelanggan listrik PLN di wilayah desa nampar tabang. Itu komitmen pihak instalatir listrik PLN yang disampaikan ke pemerintah desa. 

Keempat: Kami mengajak kedapa seluruh warga desa nampar tabang untuk mendukung sepenuhnya program listrik PLN yang sedang dikerjakan saat ini. Kami juga menghimbau untuk tidak boleh terpancing dengan upaya-upaya profokatif dari pihak manapun, yang ingin menggagalkan program listrik PLN di desa Nampar Tabang.

Kelima: Terkait ‘tuduhan-tuduhan’ yang pernah dimediakan oleh salah satu calon pelanggan listrik PLN, saat ini pemdes akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan pihak instalatir PLN dan Pimpinan PLN Ruteng, dalam rangka sikap maupun upaya-upaya hukum lainnya. 

Laporan: Yohanes Marto. Editor: Jy