January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Kampanye di Satar Mese, Agus Kabur: Pilih Bupati Bukan Pilih Keluarga

"Sedangkan kehadiran DM ini membawa misi dan niat baik dengan menjelaskan tentang program mereka untuk pembangunan Manggarai di masa yang akan datang. Tidak perlu diganggu," jelasnya.

ManggaraiPost, Ruteng – Salah seorang tokoh masyarakat Satarmese, Agus Kabur mengungkapkan kekhawatirannya melihat situasi politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Manggarai saat ini.

Agus Kabur mengungkapkan, dirinya malu sekaligus sedih melihat dinamika politik lokal yang terjadi akhir-akhir ini khususnya di wilayah Kecamatan Satarmese.



“Melihat situasi di Satar Loung tiga hari lalu, hati saya menangis. Seolah hilang budaya untuk menghargai satu sama lain. Coba lihat, ketika hari ini kegiatan kita diamankan polisi, itu menunjukan bahwa ada situasi yang tidak baik. Untuk kegiatan mulia ini harus datang polisi dan tentara. Sedih,” ungkap Agus Kabur dalam orasi politiknya
saat kampanye di Watu Dali Desa Legu, Kecamatan Satarmese, Kamis (5/11/2020).

Agus menjelaskan, kegiatan kampanye adalah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan undang-undang.

BACA  Kebiri Dana Covid Untuk Gaji THL, Fraksi Demokrat: Kebijakan Jangan Tabrak Aturan

“Sedangkan kehadiran DM ini membawa misi dan niat baik dengan menjelaskan tentang program mereka untuk pembangunan Manggarai di masa yang akan datang. Tidak perlu diganggu,” jelasnya.

Agus pun menceritakan mengapa dirinya dan partai Demokrat mendukung paket Deno-Madur pada Pilkada 2020. Kata dia, Deno-Madur telah membawa Manggarai ini menjadi maju seperti yang dirasakan rakyat saat ini.

“Kenapa demokrat tidak mau kasih keluarga sendiri untuk diusung. Saya mau katakan, pilih bupati tidak mencari keluarga, tanpa dicari keluarga itu sudah ada. Jangan karena pilih bupati kita membuang keluarga,” tegasnya.

Menurut Agus Kabur, memilih pemimpin adalah memilih orang atau figur yang dinilai mampu membangun Manggarai agar menjadi lebih maju.

“Saya dan Pak Benny melihat Deno-Madur berhasil membangun Manggarai dan layak untuk dipilih kembali,” tambahnya.

Kakak kandung Benny K. Harman itu berharap agar masyarakat Manggarai terutama di wilayah Satar Mese sama seperti dirinya, memilih pemimpin bukan karena unsur keluarga tetapi karena program atau visi-misinya dalam membangun ke depan.

BACA  Presiden Jokowi Instruksikan Sejumlah Langkah Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Sementara itu dalam orasinya calon Bupati Manggarai dari paket Deno-Madur Dr. Deno Kamelus, SH.MM menjelaskan kehadirannya di tengah masyarakat adalah untuk menyampaikan tentang visi dan misi membangun Manggarai untuk lima tahun yang akan datang dengan niat yang baik.

“Kita juga jalan keliling untuk menghibur dan tidak boleh membuat orang takut. Hidup kita itu harus bahagia, rakyat juga demikian soal pilihan itu tergantung rakyat,” ungkap Deno.

Perbedaan pilihan kata Deno adalah hal yang normal dan perlu dihargai sebagai wujud nilai demokrasi.

“Kita tidak boleh memaksa orang untuk memilih kita. Rakyat punya pilihan, Tuhan juga sudah tentukan siapa yang akan terpilih. Mengapa kita harus membuat suasana yang memunculkan kegaduhan di masyarakat,” lanjutnya.

BACA  Bupati Matim Realisasikan Janjinya Suport Pengembangan Spot Foto Golo Depet

Bupati yang berhasil mengantar Manggarai keluar dari status daerah tertinggal itu mengatakan, Orang yang membuat kericuhan dan memprovokasi adalah orang sakit hati.

Memilih bupati kata Deno, bertujuan untuk memilih pemimpin agar mengurus rakyat. Jangan hanya untuk jadi bupati harus membuat situasi mencekam mengancam dan membuat rakyat menjadi takut.

“Tapi saya katakan, rakyat jangan takut sebab ada polisi dan tentara mereka pasti beri rasa aman. Toh tugas pemerintah adalah hadir untuk memberikan rasa aman untuk rakyatnya,” kata Deno disambut dengan tepuk tangan meriah oleh warga yang hadir.

Pantauan media ini, kegiatan kampanye tersebut berjalan dengan baik. Warga yang yang hadir dalam kampaye tersebut menyambut kehadiran Bupati Deno dan rombongan dengan penuh antusias.

Laporan: Yohanes Marto.