January 26, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Anggota DPRD Dapil Lamba Leda, Hentikan Pengerjaan Lapen

Saya minta hentikan pengerjaan ini, sampai alat berat pengerasan ini diganti", kata Bona Ngendo, sapaan akrab Anggota Dewan Laurensius Bonafentura Burhanto di lokasi pengerjaan.

ManggaraiPost, Borong – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Laurensius Bonafentura Burhanto, S.Sos dan Sifridus Asman, menghentikan pengerjaan gelar Lapisan Penetrasi (Lapen) yang dikerjakan CV. Oase sepanjang 1400 meter pada jalur jalan Benteng Jawa-Wae Nenda-Bawe.

Pengerjaan Lapen tersebut mulai dari titik star Rembong Watu sampai Golo Rungtung (1400 m) di Desa Golo Nimbung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (2/11/2020).



Penghentian pengerjaan dimaksud akibat fasilitas atau sarana pendukung pengerasan jalan tidak memenuhi syarat soal penggunaan alat berat. Pihak perusahaan hanya menggunakan alat berat jenis Tandem berat 6 sampai 8 ton sehingga akan berdampak pada kualitas pengerjaan. Pihak perusahaan mestinya  menggunakan alat berat pengerasan jenis Fibro dengan daya getar 10 sampai 12 ton.

BACA  Pemkab Manggarai Timur & BPOPLBF Teken MoU Bidang Parekraf

“Saya minta hentikan pengerjaan ini, sampai alat berat pengerasan ini diganti”, kata Bona Ngendo, sapaan akrab Anggota Dewan Laurensius Bonafentura Burhanto di lokasi pengerjaan.

Di lokasi kegiatan, Bona Ngendo juga menjelaskan bahwa sarana pendukung utama pengerjaan pengerasan jalan saat lapen adalah alat berat.

“Kalau seperti ini jenis alat berat yang dipakai pada pengerjaan ini maka jelas kami mengambil sikap menolak dan merekomendasi hentikan pengerjaan ini sampai pihak yang bertanggungjawab terhadap pengerjaan ini mengganti alat berat jenis Tandem dengan Fibro yang daya getar 10 sampai 12 ton”, tegas Bona Ngendo.

Di tempat yang sama anggota DPRD Matim lainnya Sifridus Asman juga memyapaikan sikap tegas menolak alat berat jenis Tandem yang dipakai kontraktor pelaksana pada pengerjaan jalan dimaksud.

BACA  Seorang Pria Asal Matim Ditemukan Meninggal di Kamar Kostnya

“Saya minta alat ini diganti. Harus pake Fibro yang daya getarnya 10 sampai 12 ton. Alat yang ada akan berpengaruh pada kualitas pengerjaan. Kami kira kualitas pengerjaan jalan menjadi momok penghantu penghancur pembangunan di Manggarai Timur”, kata Fridus Asman.

Sementara itu, salah satu anggota tim dari Dinas PUPR Matim yang disapa Pa Is menjelaskan, alat jenis Tandem yang dipakai pihak CV. Oase daya getarnya berkisar 6 sampai 8 ton dan tidak dipakai untuk pengerjaan lapen. Tandem itu hanya untuk agregat atau bahu jalan atau untuk pengerjaan finishing. Yang pantas dipakai untuk pengerjaan lapen adalah fibro yang daya getarnya 10 sampai 12 ton.

BACA  Pelari Baik Indonesia Salurkan 100 Radio Belajar untuk Siswa di NTT

Di lokasi pengerjaan lapen, Karolus sebagai penanggungjawab CV. Oase menyatakan siap mengganti alat berat jenis tandem dengan fibro.

Untuk diketahui tim monitoring yang turun ke lokasi pengerjaan lapen terdiri anggota DPRD, Dinas PUPR, konsultan pengawas dan Sekcam Lamba Leda, Agus Supratman.

Penulis : Hubertus Basri