January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Polri Siapkan Langkah Antisipasi Bencana Alam Akibat Fenomena La Nina

Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, kondisi sejak Oktober sampai November merupakan awal meningkatnya akumulasi curah hujan akibat La Nina.

ManggaraiPost, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi bencana alam di seluruh wilayah Indonesia. Langkah antisipatif itu dilakukan menyusul tingginya curah hujan akibat fenomena La Nina saat ini.

Karena itu Kabaharkam Polri Komjenpol Agus Andrianto selaku Kaopspus Aman Nusa II-2020 menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3147/XI/Ops.2.1./2020 pada tanggal 5 November 2020.



Surat instruksi itu diterbitkan berdasarkan hasil rapat video conference para pimpinan Wakapolri pada tanggal 4 November 2020.
Secara garis besar isi surat itu memberikan instruksi kepada para Kapolda di Indonesia, agar segera menyiapkan sejumlah langkah antisipasi bencana alam serta persiapan pengawalan Pilkada Serentak 2020 pada bulan Desember mendatang.

BACA  Kaka Slank dan 100 Pelari Baik Kumpulkan Donasi 2.5 Milyar Bantu Sarana Air Bersih di NTT

Melalui surat telegram tersebut Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, kondisi sejak Oktober sampai November merupakan awal meningkatnya akumulasi curah hujan akibat La Nina.

Diperkirakan, puncak musim hujan akan berlangsung pada Januari sampai Februari 2021, “Kondisi itu akan memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” jelasnya.

“Surat Telegram ini bersifat perintah untuk dilaksanakan,” terang Komjen Pol Agus Andrianto dalam surat tersebut.

Adapun poin-poin instruksi kepada Kapolda dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3147/XI/Ops.2.1./2020 itu adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi dengan Pemda, TNI, BPBD, serta stakeholder lainnya untuk memetakan daerah rawan bencana serta menyiapkan Renpam, Renkon mengacu pada struktur penanggulangan bencana atau disaster management, Rengar, Posko-posko bencana, serta melaksanakan tactical floor game (TFG) penanggulangan bencana alam termasuk fasilitas penampungan korban bencana alam dan dapur umum.
  2. Melaksanakan simulasi penanganan bencana bersinergi dengan TNI, Pemda, BPBD, dan stakeholder lainnya, yang dalam pelaksanaan dipimpin oleh gubernur untuk tingkat provinsi, walikota untuk tingkat kota, dan bupati untuk tingkat kabupaten.
  3. Menyiapkan Personel dan Sarpras guna antisipasi, evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban bencana alam (sebagai contoh melengkapi mobil patroli dengan peralatan untuk mengevakuasi korban banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang).
  4. Melaksanakan sosialisasi dan bimbingan secara intensif dan masif kepada masyarakat terkait dengan potensi bencana alam, simulasi dalam menghadapi bencana, dan pertolongan pertama kepada setiap korban bencana alam agar masyarakat mampu melaksanakan evakuasi secara mandiri.
BACA  Janda Miskin di Manggarai Hidupi 4 Orang Anak, Salah Satunya ODGJ

Laporan: Yohanes Marto