January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Sari, anak perempuan 12 tahun merupakan salah satu pelajar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Pelari Baik Indonesia Salurkan 100 Radio Belajar untuk Siswa di NTT

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Tim Kita Bisa membagikan lebih dari 1.000 radio di berbagai wilayah di NTT yaitu di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Nagekeo.

ManggaraiPost, Ruteng – Pandemik COVID-19 begitu banyak berpengaruh terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Masa pandemik yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan ini menyebabkan terganggunya aktivitas belajar siswa dan memaksa anak-anak untuk belajar dari rumah, termasuk Sari tentunya.

Walaupun belajar di rumah memberikan waktu lebih bagi mereka untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan dapat melakukan berbagai aktivitas lainnya, belajar di rumah bisa menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak karena semua materi pembelajaran diberikan dari jarak jauh melalui platform digital.



Kewajiban untuk melakukan pembelajaran jarak jauh melalui video call sebagai contoh, tidaklah mudah. Selain karena para pelajar tidak bisa secara langsung bertanya kepada guru mereka jika mereka bingung, namun, tantangan lainnya adalah, tidak semua siswa memiliki laptop atau handphone, dan kuota internet juga mahal.

Untuk menjawab tantangan ini, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Tim Kita Bisa membagikan lebih dari 1.000 radio di berbagai wilayah di NTT yaitu di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Nagekeo. Radio yang didistribusikan oleh Plan Indonesia menjadi solusi bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang minim akses terhadap perangkat digital dan internet.

BACA  Paket Lelang Irigasi Wae Kampas Hilang dari Daftar Lelang, Pokja Diduga Curang

Sejumlah bantuan yang disalurkan oleh Tim Kita Bisa dan Yayasan Plan Indonesia itu merupakan hasil dari donasi program campaign Pelari Baik Series 1 untuk program #BisaSekolah, didistribusikan untuk siswa di NTT pada 30 Oktober 2020. Radio belajar ini kemudian dibagikan kepada total 115 murid guna mendukung program pembelajaran dari rumah, khususnya bagi siswa yang sulit melakukan pembelajaran melalui internet dan ponsel pintar selama masa Pandemi Covid-19. Bantuan yang disalurkan merupakan donasi yang terkumpul dari.

Radio yang didistribusikan Plan Indonesia menjadi solusi bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang minim akses perangkat digital dan internet. Sari, salah satu penerima manfaat bilang bahwa ia sangat senang bisa belajar dengan radio. Menurutnya, radio memudahkan belajar terutama untuk mata pelajaran yang menurutnya sulit seperti bahasa Inggris.

Dalam siaran pers yang diterima ManggaraiPost pada Jumat 27 November 2020, dijelaskan bahwa di akses belajar wilayah timur Indonesia menggunakan Radio Tenaga Surya sebagai media belajar alternatif. Linda Sukandar, Direktur Fundraising Yayasan Plan International Indonesia, menyampaikan bahwa radio menjadi media belajar alternatif yang penting dan sangat dibutuhkan sehari-hari di wilayah yang pelosok terutama di kala Pandemi.

BACA  Bupati Manggarai: Pelaksanaan Upacara Adat agar Dipikirkan Kembali

Kepala Sekolah SDK Rendu, Desa Tengatiba, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para donator. “Saya ucapkan terima kasih kepada donatur juga pihak Plan Indonesia serta Kitabisa yang sudah menyampaikan bantuan ini. Semoga bantuan radio ini bisa dimanfaatkan para siswa untuk bisa belajar di saat Pandemi.”, ungkap Donatus Goa, S.Pd.

Melalui kampanye dan donasi program #TerusBelajar, Plan Indonesia ingin memastikan anak-anak di wilayah tersebut dapat tetap mengakses pendidikan. Hal ini juga sejalan dengan misi campaign PelariBaik pada Series 1 yang ditujukan untuk program pendidikan.

Sejak awal 2020, program Pelari Baik jalankan 4 virtual series dengan total 1500 pelari dan masih terus bertambah. Program ini tercatat sudah mengumpulkan lebih dari 300 juta donasi, didukung oleh lebih dari 30 komunitas pelari. Bentuk penyaluran program ini mulai dari bantuan pendidikan, pemulihan anak-anak yang terdampak Covid-19, hingga berbagi makanan. Pada series 1 donasi yang terkumpul datang dari penggalangan dana yang dilakukan sebanyak 142 peserta Pelari Baik.

BACA  Presiden Jokowi Targetkan Jumlah Vaksinasi Dua Kali Lipat pada Bulan Agustus

Edo Velandika, selaku Project Lead Pelari Baik Kitabisa mengungkapkan tingginya jiwa sosial para peserta. Karenanya melalui program PelariBaik, Dika harapkan para peserta tidak hanya dapat manfaat olahraga secara fisik juga mewujudkan dampak yang lebih besar lagi untuk masyarakat.

“Terima Kasih atas donasi dari 142 peserta PelariBaik Virtual Series 1, Fundraiser yang berlari dan menggalang dana untuk mendukung program #BisaSekolah, dan seluruh donatur dan #OrangBaik yang mendukung. Semoga langkah kebaikan teman-teman semua menjadi berkah dan manfaat untuk sesama. Semangat berlari, tetap sehat, dan terus menebar manfaat.”, jelas Edo.

Program PelariBaik selanjutnya bertajuk #MilesforMeals, yaitu program berlari 10KM untuk setiap satu paket makanan gratis. Hingga hari ini sudah ada lebih dari 500 pelari yang mendaftar untuk dapat berkontribusi dalam program ini. Targetnya akan ada 2000 paket makanan atau setara dengan 20 Ribu KM yang dicapai. Para peserta yang ingin berkontribusi dapat mengunjungi link daftar.pelaribaik. com.

Laporan: Yohanes Marto.