January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Dr. Benediktus Kabur Harman, S.H., MH, menyerahkan bantuan benang kepada warga Ruang, Desa Ruang, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, NTT. (Foto: Manggarai Post).

Bina UKM, BKH Peduli Beri Bantuan Bahan Baku Tenun Ikat

ManggaraiPost, Ruteng – Dalam rangka membina Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tenun ikat di Kabupaten Manggrai, Nusa Tenggara Timur (NTT), anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Benny Kabur Harman (BKH) memberikan bantuan benang kepada masyrakat pengrajin tenun ikat di Desa Ruang, Kecamatan Satar Mese Utara, Senin, (30/11/2020).

Pada kesempatan itu, BKH menerangkan jumlah penerima manfaat bantuan benang tenun ikat di Kabupaten Manggarai sebanyak sebanyak 1200 orang. Dari jumlah tersebut, masing-masing penerima manfaat tersebar di 21 Desa, terdiri dari 5 Kecamatan, di antaranyam Satar Mese, Satar Mese Barat, Satar Mese Utara, Cibal, dan Kecamatan Reok. Sedangkan para penerima manfaat bantuan yang ada di Desa Ruang sebanyak 103 orang. Demi mematuhi protocol Covid-19, penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis kepada 10 orang perwakilan pengrajin tenun ikat di desa itu.  



Program BKH peduli itu dilaksanakan dalam rangka mendukung industri kreatif, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya para pengrajin tenun ikat di Manggarai. Anggota DPR RI itu menjelaskan bahwa nilai bantuan yang diberikannya itu tidak sebanding dengan totalitas masyarakat NTT khususnya Dapil Manggarai.

BACA  Kasdam IX/Udayana Tinjau Demplot Ketahanan Pangan Kodim 1612/Manggarai

Pantauan ManggaraiPost.com, mengawali penyerahan bantuan benang tenun kepada para pengrajin tenun ikat tersebut, BKH terlebih dahulu menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Bangsa. BKH mengatakan, pihaknya memberikan bantuan benang untuk satu lembar kain songket kepada setiap penenun, sehingga penerima manfaat bisa menggunakan untuk menenun kain songket khas Manggarai maupun menenun kain khas Satar Mese. Pemberian bantuan tersebut dilakukan kata dia, setelah melihat secara lansung keadaan ekonomi warga di desa-desa yang terdapat di wilayah Flores, Alor dan Lembata sebagai daerah pemilihan (Dapil) NTT 1. Ia menuturkan, bantuan tersebut bukan hanya diberikan kepada masyarakat Manggarai Raya, akan tetapi menyasar kepada seluruh masyarakat mulai dari Alor, Lembata hingga warga Pulau Flores pada umumnya.

“Saya datang minum kopi sama-sama dan makan ubi sama-sama, sehingga saya bisa melihat kondisi masyarakat di kampung-kampung,” ujarnya di hadapan warda Desa Ruang.

Karena itu, ia mengaku tergerak hati untuk memberikan bantuan benang untuk dapat meningkatkan ekonomi warga, meskipun merogoh kocek dari kantong pribadinya. Ia juga mengakui, sangat mengetahui isi hati dari warga Desa Ruang, meski warga tak mengungkapkan secara langsung di hadapannya.

BACA  Tingkatkan Koordinasi, Kemenkumham NTT Temui Bupati Manggarai

“Begitu juga bapa dan ibu, bisa mengetahui apa isi hati kami. Tanpa saya katakan, bapa dan ibu bisa mengetahuinya. Saya bisa merasakan dengan hati,” pungkas dia.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut juga sebagai bagian dari pelaksanaan nilai empat pilar bangsa yakini: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Bantuan tersebut pun diberikan sebagai respon dari rasa kemanusiaan untuk bisa saling membantu. Karena itu, ia mengakui, dirinya bisa merasakan kehidupan warga desa.

“Wujud nyata dari empat pilar adalah mendengar keluhan rakyat, mendengar suara rakyat, apa yang rakyat inginkan. Untuk itu, kami datang untuk mendengar agar bisa menyerap aspirasi masyarakat,” jelas dia.

Politisi Demokrat itu menguraikan, pihaknya telah banyak memberikan sumbangsih deretan program kesejahteraan untuk rakyat Indonesia seperti BLT, PKH, Dana BOS, Bansos, PNPM Mandiri, bantuan benih, bantuan pupuk, Dana Desa (DD) dan program lainnya saat SBY menjadi Presiden Indonesia. “Setelah Demokrat berkuasa, bapa ibu bisa melihat dan merasakan dan Presiden Jokowi bisa melanjutkan sejumlah program tersebut,” beber dia.

BKH menjelaskan, pemberian bantuan benang ini juga untuk mendorong industri kreatif di Pulau Flores. Menurutnya, sejauh ini pemerintah belum berupaya serius dalam meningkatkan produktivitas industri kreatif atau UKM tenun ikat. BKH berharap dengan bantuan benang tenun yang diberikan itu mampu mendorong kreatifitas para pengrajin tenun. 

BACA  Petani Lelak Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Pengecer Diduga Bermain

Petronela Nina, seorang pengrajin tenun ikat di Desa Ruang, menyampaikan terima kasihnya kepada BKH atas bantuan yang diperolehnya itu. Berkat bantuan yang diberikan oleh anggota DPR RI Fraksi Demokrat  itu, Petronela merasa terbantu. Petronela mengukapkan niatnya ingin menenun kain songket khas Manggarai, namun tidak memiliki modal untuk membeli benang. “Dengan adanya bantuan benang dari BKH” jelas Petronela, maka Ia bersama para pengrajin lainnya di desa tersebut kembali bersemangat. Selain itu, Petronela menerangkan bahwa jumlah pengrajin tenun ikat di Desa Ruang sangatlah banyak, “Kami sangat berterima kasih dengan bantuan ini pak, karena sangat membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.

Petronela menjelaskan, para pengrajin tenun ikat di desa itu biasanya menjual hasil kerajinan mereka kisaran harga Rp.300.000 hingga Rp800.000 per lembar kain. Petronela berharap agar bantuan tersebut bisa diberikan kepada semua warga Desa Ruang, “Kami mengharapkan agar semua warga Desa Ruang bisa mendapatkan bantuan benang, bukan hanya kami yang ada saat ini,” ungkapnya, penuh harap.

Laporan: Yohanes Marto