January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo bersama rombongan diterima oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, sebelum melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto:Dok. Humas Protokol Pemprof NTT.)

Kepala BNPB Doni Monardo Tinjau Pengungsi Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata

Kepala BNPB memberikan dukungan penanganan erupsi Gunungapi Ili Lewotolok, berupa 5 unit tenda pengungsi, 2 unit flexible tank, 2.000 paket family kit, 200 sandang, 500 perlengkapan bayi, 1.200 paket tambahan gizi, 1.200 paket lauk pauk, 1.200 makanan siap saji, 200 ribu masker kain, 4.000 matras dan 5.500 lembar selimut.

.

ManggaraiPost, Ruteng – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lembata di Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam rangka meninjau lokasi pengungsian dan memberikan dukungan kepada masyarakat serta pemerintah daerah setempat dalam menghadapi erupsi Gunungapi Ili Lewotolok.



Siaran pers Biro Humas BNPB menjelaskan, jadwal keberangkatan Doni Monardo dari Jakarta yaitu pada Selasa (1/12) pukul 20.00 WIB dan tiba di Kupang, NTT pukul 24.00 WITA. Setibanya di Kupang, Doni beserta rombongan disambut oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. Selanjutnya, Doni Monardo dijadwalkan akan meninjau posko penanganan darurat dan pengungsian di Kabupaten Lembata pada hari Rabu 2 November 2020, menggunakan helikopter BNPB.

Beberapa pejabat yang ikut serta dalam rombongan BNPB itu diantaranya, Komisi VIII DPR RI, M Ali Taher, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Prasinta Dewi, Plt. Deputi Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi, Plt. Dir. Pemetaan dan Risiko Bencana BNPB, Abdul Muhari, Kabid Mitigasi Gunung PVMBG Hendra Gunawan, Tenaga Ahli BNPB, Perwakilan dari Kementerian Sosial dan staf BNPB.

BACA  Langgar Prokes, Sejumlah Pelaku Perjalanan Diganjar Push Up di Posko Covid-19 Nte'er

Kunjungan tersebut merupakan wujud bahwa negara hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan dan pelayanan yang terbaik. Sebagaimana yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, maka pelayanan publik yang baik adalah ketika pemerintah beserta pejabatnya mampu melindungi jiwa masyarakat.

“Pelayanan publik yang baik adalah ketika negara hadir dan pemerintah beserta pejabatnya mampu melindungi jiwa masyarakat,” jelas Doni. “Salus Populi Suprema Lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” imbuhnya.

Dalam kunjungan itu, Kepala BNPB memberikan dukungan penanganan erupsi Gunungapi Ili Lewotolok, berupa 5 unit tenda pengungsi, 2 unit flexible tank, 2.000 paket family kit, 200 sandang, 500 perlengkapan bayi, 1.200 paket tambahan gizi, 1.200 paket lauk pauk, 1.200 makanan siap saji, 200 ribu masker kain, 4.000 matras dan 5.500 lembar selimut.

BACA  Plan Indonesia Terus Galang Bantuan Bagi Terdampak Banjir dan Longsor di Lembata

Sebagian paket bantuan tersebut , diangkut langsung dari gudang logistik BNPB menggunakan pesawat yang ditumpangi Kepala BNPB beserta rombongan pada saat keberangkatan. Sedangkan bantuan lainnya akan dikirimkan pada hari berikutnya menggunakan pesawat menuju Kupang dan dilanjutkan melalui jalur darat serta penyeberangan laut menuju Lembata.

Sebelumnya, gunung api Ili Lewotolok dilaporkan bererupsi pada Minggu (29/11) pada pukul 09.45 WITA dengan kolom abu teramati hingga kurang lebih 4.000 meter dari puncak gunung. Dengan adanya peningkatan aktivitas gunungapi tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gunungapi (PVMBG) menetapkan status Gunung Ili Lewotolok menjadi Level III atau ‘Siaga’.

Peristiwa itu mengakibatkan 5.830 jiwa dievakuasi ke 20 lolasi pengungsian. Lokasi pengungsian warga masing-masing tersebar di Kantor Bupati Lama Lembata sebanyak 576 jiwa, di Parak Walang 456 jiwa, di Aula Kelurahan Lewoleba Tengah 279 jiwa, di Desa Tapolangu 287 jiwa, di Aula Kopdit Ankara 169 jiwa, di SMPN I Nubatukan 160 jiwa, di Pasar Lamahora 112 jiwa, di SDI Lewoleba 82, Aula Kelurahan Lewoleba Timur 65, Aula Selandoro 50 dan BKD PSDM 46 jiwa.

BACA  Kembali Menggelar AJK 2021, Kominfo Ajak Insan Pers Wujudkan Indonesia Terkoneksi

Selain itu, para pengungsi juga menyebar di beberapa rumah warga di beberapa desa,diantaranaya di Desa Lewoleba Timur 1.042, di Desa Selandoro 1.015, di Desa Lewoleba Selatan 467, di Lewoleba 347, Lewoleba Barat 286, Lewoleba Tengah 286 dan Lewoleba Utara 105.

Laporan: Yohanes Marto.