January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Pemeriksaan GM dan KI oleh Kejati NTT Diduga Terkait Pembelian Bidang Tanah di Labuan Bajo

Muhammad Achyar selaku Kuasa Hukum Ahli Waris Abdullah Tengku Daeng Malewa, dalam siaran pers-nya, menerangkan bahwa pada tahun 2017 Gories Mere (GM) dan Karni Ilyas (KI) pernah melakukan perjanjian jual tanah dengan Ahli Waris Abdullah Tengku Daeng Malewa. Namun, perjanjian jual beli itu kemudian dibatalkan karena sampai tahun 2018 sertifikat hak milik tanah dimaksud tak kunjung diterbitkan.

ManggaraiPost, Ruteng – Kuasa Hukum Ahli Waris Abdullah Tengku Daeng Malewa, Muhammad Achyar, SH melalui siaran pers-nya yang diterima ManggaraiPost, pada Selasa 1 Desember 2020 menerangkan bahwa agenda pemeriksaan Gories Mere (GM) dan Karni Ilyas (KI) dan oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga berkaitan dengan pembelian bidang tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat oleh Presiden Indonesia Lawyers Club (ILC) dan Mantan Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut.

VoxNtt.com pada Selasa 1 Desember 2020 memberitakan Gories Mere (GM) dan Karni Ilyas (KI) dijadwalkan akan diperiksa pada hari Rabu 02 Desember 2020 oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, dengan total kerugian negara mencapai sebanyak Rp 3 triliun.

BACA  Reses di Ling, Jimur Siena Katarina Beri Bantuan untuk Rumah Gendang



Mengklarifikasi berita itu, Muhammad Achyar selaku Kuasa Hukum Ahli Waris Abdullah Tengku Daeng Malewa, dalam siaran pers-nya, menerangkan bahwa pada tahun 2017 Gories Mere (GM) dan Karni Ilyas (KI) pernah melakukan perjanjian jual tanah dengan Ahli Waris Abdullah Tengku Daeng Malewa. Namun, perjanjian jual beli itu kemudian dibatalkan karena sampai tahun 2018 sertifikat hak milik tanah dimaksud tak kunjung diterbitkan.

“Belum tahu Pak Gories dan Pak Karni dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam hubungan apa dengan masalah tanah Pemda Manggarai Barat itu. Tapi mungkin berhubungan dengan pembelian bidang tanah lebih kurang 4000 meter dari para ahli waris Daeng Malewa di tahun 2017. Pembeli beritikad baik,” terang Kuasa Hukum Ahli Waris Abdullah Tengku Daeng Malewa itu.

BACA  Pernyataan Sikap Masyarakat Lengko Lolok & Luwuk Dukung Pabrik Semen dan Tambang Bahan Baku Semen

Lawyer asal Manggarai Barat yang berdomisli di Jakarta itu memastikan Presiden Indonesia Lawyers Club (ILC) dan Mantan Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) itu, tidak memiliki tana di Labuan Bajo, “Perjanjian jual beli itu telah batal, karena ternyata sampai Tahun 2018 tidak terbit sertifikat hak milik atas bidang tanah tersebut. Jadi, tidak ada tanah Pak GM dan Pak KI di lokasi tersebut,” jelasnya.

“Yang ada itu tanah para ahli waris Daeng Malewa total luas kurang lebih 5 hektar yang telah dijual ke Pak David dan baru dibayar down payment. Belum bayar lunas. Akan dibayar lunas jika telah terbit sertifikat hak milik. Jadi, belum ada peralihan hak. Dan Pak David itu pembeli beritikad baik,” tambahnya.

BACA  Bupati Nabit: Deno Kamelus Pilih Eksodus Demi Manggarai

Laporan: Yohanes Marto.