January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Uskup Ruteng Instruksikan Pembatasan Sosial Pelayanan Gereja Dalam Masa Pandemi

Uskup Ruteng mengimbau agar Gereja Katolik Keuskupan Ruteng terlibat aktif dengan semua pihak dalam membendung dan mengatasi penyebaran Covid-19.

ManggaraiPost, Ruteng – Memasuki awal tahun 2021, jumlah orang yang terpapar virus Covid-19 semakin meningkat di seluruh wilayah Manggarai Raya. Beberapa imam dan suster pun tidak terluput dari serangan virus  ini.

Data hasil monitoring perkembangan jumlah pasien terpapar Covid  19 untuk Kabupaten Manggarai per 13 Januari 2021 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sejumlah 102 pasien terkonfirmasi reaktif rapid antigen, 101   terkonfirmasi positif test  PCR, di antaranya 86 sembuh, 13 masih  dirawat, dan 3 meninggal. Di Kabupaten Manggarai Barat, laporan kasus Covid 19 per 14 Januari 2021 tercatat 275 terkonfirmasi positif di antaranya 163 sembuh, 109 masih isolasi, dan 3 meninggal. Sementara itu di Kabupaten Manggarai Timur, data covid-19 masih tergolong relatif rendah, namun tetap perlu waspada.  

BACA  Sehari Jelang Lepas Jabatan, Bupati Deno Resmikan Gedung Baru PDAM Tirta Komodo



Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, mengimbau agar Gereja Katolik Keuskupan Ruteng terlibat aktif dengan semua pihak dalam membendung dan mengatasi penyebaran Covid-19. Untuk itu, Uskup Ruteng telah mengeluarkan Instruksi Nomor: 014/ 1.1/1/2021 Tentang Pembatasan Sosial Pelayanan Gereja Dalam Masa Pandemi. Hal ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun  2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam instruksi tersebut disampaikan kepada imam, biarawan/Wati dan seluruh umat tentang beberapa pedoman pastoral untuk pelaksanaan pelayanan gereja yang telah dikomunikasikan dengan Pemerintah Daerah Manggarai, Manggarai Barat  dan Manggarai Timur. 

Isi Instruksi Uskup Ruteng sebagai berikut:

  1. Sejak  tanggal  16 s.d  31 Januari  2021  tidak dilaksanakan misa umat pada  hari  Minggu  dan harian di Gereja Paroki/Stasi dan Biara. Dalam kurun waktu ini, umat dapat mengikuti misa secara daring (online) lewat live streaming Komsos Keuskupan Ruteng maupun  lewat radio NG Keuskupan Ruteng.
  2. Pemberkatan Jenasah dengan  misa atau ibadat sabda di tengah keluarga dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang  sangat  ketat: maksimal peserta  10 orang  dengan aturan 5 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan interaksi, dan menjauhi kerumunan).
  3. Misa “peringatan arwah” tidak dilaksanakan di rumah keluarga  berduka, tetapi dapat dirayakan oleh Pastor Paroki di Gereja hanya dengan keluarga inti (maksimal 10 orang).
  4. Pemberkatan nikah yang sudah direncanakan dalam kurun waktu di atas dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat: maksimal 30 peserta dengan aturan 5 M. Untuk itu  karni juga menghimbau umat untuk merayakan resepsi pernikahan  sesederhana mungkin   dengan  protokol kesehatan yang sangat ketat.
  5. Semua pelayanan sakramen lainnya ditunda, kecuali pelayanan sakramen minyak suci.
  6. Semua kegiatan pastoral tatap muka umat di Paroki, Stasi dan KBG ditunda.
  7. Kami juga menghimbau umat untuk terlibat secara aktif dalam proses vaksinisasi Covid-19 yang sedang dijalankan saat ini, dan tetap berdisiplin berperilaku  5 M.
BACA  Gubernur Laiskodat Dampingi Kunker Menteri PPN/Kepala Bappenas di Pulau Sumba

Red