January 26, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Diberi Tunjangan Modal Usaha, Bupati Agas Tuntut 333 THL di Matim Jadi Pengusaha

Tuntutan itu, jelas Bupati Agas, adalah sejalan dengan kebijakan tunjangan modal usaha senilai Rp 15 juta yang diberikan kepada THL.

ManggaraiPost, Borong – Ikut meresmikan gedung tiga Ruangan Kelas Baru (RKB) SMA Negeri 8 Poco Ranaka, di Kampung Nul, Desa Poco Lia, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Jumat 15 Januari 2021, Bupati Manggarai Timur (Matim) Andreas Agas menyinggung soal 333 THL yang rumahkan di awal tahun 2021.

Pada acara peresmian gedung sekolah itu, Bupati Agas dalam kata sambutannya menyampaikan tuntutannya kepada 333 THL terdampak rasionalisasi di lingkup Setda Matim pada awal tahun 2021 untuk tetap produktif meski dirumahkan. Tuntutan itu, jelas Bupati Agas, adalah sejalan dengan kebijakan tunjangan modal usaha senilai Rp 15 juta yang diberikan kepada THL.



“Saya memberikan modal usaha Rp15 juta untuk membantu para THL membuka usaha baru saat mereka dirumahkan. Modal itu sangat bernilai jika dimanfaatkan dengan baik,” jelas Bupati Agas.

Bupati Agas juga menjelaskan sisi positif kebijakan rasionalisasi 333 THL di lingkup Setda Matim adalah bisa melahirkan 333 wirausahawan baru di Manggarai Timur. Pada acara peresmian gedung sekolah itu, Ia juga menyebut orientasi pendidikan saat ini harus melahirkan generasi muda yang bisa berwirausaha.

“Polah pikir masyarakat kita sekarang mesti diubah. Sekolah tidak semata-mata untuk menjadi THL, PNS. Sekarang ini ada banyak peluang usaha yang bisa dikerjakan. Jangan mau jadi pekerja terus. Saya memberikan modal usaha kepada sejumlah THL ini agar mereka bisa produktif bahkan menciptakan lapangan kerja baru,” jelas Bupati Agas.

BACA  Soal Pabrik Semen, Gubernur NTT Minta Bupati Matim Lanjutkan Proses

Bupati Agas, mengatakan, sekolah saat ini harus menjadi sekolah untuk hidup untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru serta sekolah harus ramah anak.

Jadikan gedung ini untuk tempat belajar anak yang nyaman. Tetapi semua itu, katanya, tergantung guru, “Guru harus ramah anak, karena Kabupaten Manggarai Timur juga merupakan kabupaten ramah anak dan layak anak,” tandas Bupati Agas.

Bupati menegaskan bahwa sekolah harus menciptakan mutu pendidikan berkualitas dan juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru setelah tamat dari sekolah ini. Kalau mau mandiri dan kaya harus menciptakan lapangan pekerjaan baru, terang Bupati Agas, kalau menjadi aparatur sipil negara (ASN) kerja di bawah perintah.

“Jaman kami dulu, sekolah itu untuk bisa dapat kerja dan bisa bertahan hidup. Sedangkan sekarang, setelah sekolah harus bisa membuka lapangan kerja dan bertahan hidup,” imbuhnya.

Mengingat dunia moderen sekarang serba digital, maka dalam kesempatan itu Bupati Agas meminta kepada para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial karena ungkapan di Facebook misalnya, itu menggambarkan karakteristik pribadi.

BACA  Kasus yang Melibatkan Marsel Ahang, Polres Manggarai Pastikan Tetap Berjalan

“Kalau mau hari esok mau punya kehidupan yang baik, jagalah rekam jejak digital. Jangan menjadikan media sosial untuk melakukan tindakan yang jahat,” pinta Bupati Agas.

Bupati Agas menjelaskan, berdasarkan ketentuan kewenangan SMA/SMK/SLB sudah di Pemerintah Provinsi NTT. Meskipun demikian pengawasan masih di tangan Pemerintah Kabupaten.

Karena itu, Bupati Agas, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT bersama DPRD NTT yang telah memberikan bantuan pembangunan tiga ruangan kelas baru di sekolah itu dari DAK tahun anggaran 2020.

Menurut Bupati Agas, meskipun SMAN 8 Poco Ranaka sudah memiliki tiga ruangan kelas baru yang baru diresmikan, namun masih sangat kurang. Masih dibutuhkan sekitar 6 ruangan lagi untuk sekolah tersebut.

Karena itu, menurutnya, perlu bersama sama untuk berjuang mendapatkan tambahan pembangunan ruangan sekolah. Bupati Agas juga lalu menitip pesan kepada Anggota DPRD Provinsi NTT Yohanes Rumat untuk menyampaikan kepada Gubernur NTT untuk tambahan ruang kelas itu.

“Saya titip pesan kepada pak Yohanes untuk sampaikan ke Pak Gubernurnuntuk tambah lagi ruangan. Mudah-mudahan ada tambahan empat ruangan lagi. Saya juga meminta kepada kepala sekolah untuk membuatkan surat rekomendasi untuk permohonan bantuan ruang kelas baru,” ungkap Bupati Agas.

Pada tempat yang sama, Kepala Sekolah SMAN 8 Poco Ranaka Hendrikus Jemi, S.Pd, mengatakan, meskipun sudah dibangunnya tiga RKB yang merupakan bantuan DAK dari provinsi NTT, namun, masih kurang ruangan.

BACA  Yeremias Dupa: Ketika Berbasis Ilmu Kebijakan Ini Tidak Melanggar, Yah.. Lanjutkan

“Kami masih membutuhkan enam ruangan. Keenam ruangan itu yakni untuk 3 ruangan kelas, satu ruangan guru, satu ruangan laboratorium dan satu ruangan perpustakaan,” tutur Hendrikus.

Hendrikus juga mengatakan, jumlah murid di sekolah yang ia pimpin itu sejumlah 105 orang siswa siswi. Jumlah guru PNS sebanyak tiga orang dan guru kontrak propinsi satu orang dan guru Komite 13 orang.

Terpantau media, dalam acara peresmian gedung baru tersebut, para undangan mentaati protokol kesehatan. Atraksi siswa-siswi mementaskan kebolehan mereka meramaikan situasi peresmian RKB itu.

Untuk diketahui, peresmian gedung RKB itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat.

Turut hadir para guru dan siswa, Ketua Korwas SMA/SMK/SLB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Lukas Sumba, S.Fil, Sekertaris Dinas PPO Kabupaten Manggarai Timur, Benediktus Marjun, dan sejumlah pimpinan OPD Lingkup Pemkab Manggarai Timur, Sekertaris Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kepala Desa Poco Lia dan tokoh masyarakat setempat.

Adapun rangkaian acara peresmian gedung sekolah tersebut diawali dengan perayaan misa syukur yang dipimpin oleh Pastor Paroki Tanggar, Romo Stef Sawu. Perayaan misa berlangsung khidmat dengan mengikuti protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.

Laporan: Yohanes Marto.