October 23, 2021

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Ranamese, Nikmat Kesunyian dan Hawa Sejuknya Peluk Erat Sekujur Tubuh

Danau Ranamese yang terletak di kawasan konservasi alam Manggarai ini dikelola oleh kementerian kehutanan. Secara administrasi, Ranamese berada di Desa wilayah Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese Kabupaten Manggarai Timur.

ManggaraiPost, Borong – Susana hutan tropis dan hawa sejuk seakan memeluk erat sekujur tubuh saya saat itu. Begitulah perasaan saya ketika pertama kali menjejakkan kaki di kawasan wisata alam Danau Ranamese, pada Minggu 17 Januari 2021.

Menyusuri jalan setapak sepanjang -+350 meter dari tepi jalan trans Flores menuju pusat danau Ranamese, seketika perasaan sepi atas kehilangan dan segala beban pikiran lainnya, sirna oleh kesejukan hutan tropis di kawasan wisata alam ini.



Semakin ke dalam, nuansa alamnya semakin terasa. Pemandangan kiri-kanan sepanjang jalan setapak lengkap dengan naungan tajuk pohon raksasa. Bagi saya, kawan ini cocok untuk tujuan pelarian dari kepenatan hidup. Tapi jangan buat diri tersesat di tengah hutan atau cemplung di kedalaman danau. He-he.



Pemandangan danau yang dikelilingi hutan tropis ini menghadirkan suasana tenteram yang alami. Pepohonan yang tumbuh di pinggir danau tampak berbalut jamur. Daun, dahan serta rerantingnya meranggas. Pepohonan tua. Mungkin disebabkan karena kadar asam tanah yang tinggi.

Guratan-guratan yang terbentuk secara alami pada batang pepohonan seperti menyimpan misteri keindahan alam yang sulit dijelaskan dengan kata. Berada di sekitar lokasi wisata alam Ranamese ini sambil mendengar kicau burung, teduhnya hutan, dan hawa alam yang sejuk merupakan kenikmatan tersendiri bagi saya.

BACA  Anggota DPRD Manggarai yang Bawa Parang ke Kantor akan Diklarifikasi
Gabriel Aput sedang memancing di Danau Ranamese.

Ditengah kesunyian kawasan wisata alam ini sesekali terdengar bunyi burung bak pertujukan orkestra yang indah. Pertama kali saya menjejakkan kaki di Ranamese, saya temukan ketentraman alam yang hakiki ada di tempat ini.

Danau Ranamese yang terletak di kawasan konservasi alam Manggarai ini dikelola oleh kementerian kehutanan. Secara administrasi, Ranamese berada di Desa wilayah Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese Kabupaten Manggarai Timur.

Berada tidak jauh dari tepi jalan trans Flores membuat Ranamese tidak sulit dijangkau. Untuk menikmati sensasi alam kawasan ini pengunjung hanya perlu berhenti sejenak di area parkir kawasan lalu menyusuri stapak sejauh -+350 meter ke tepi danau.

Berada pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, danau Ranamese memiliki kedalaman sekitar 43 meter dan luas sekitar 5 hektare yang berada tidak jauh dari lereng gunung Ranaka dan gunung Mando Sawu. Beberapa sumber menjelaskan bahwa mulanya danau Ranamese terbentuk dari letusan gunung Ranaka yang terkenal dengan peristiwa Nampar Nos, terjadi pada 400 tahun silam.

Selain keindahan alamnya, kawasan wisata alam Ranamese juga menjadi rumah bagi beragam spesies flora dan fauna. Hutannya yang lebat merupakan rumah bagi 250 jenis burung. Sedangkan di kedalaman danaunya terdapat ikan nila dan jenis biota air tawar lainnya.

BACA  Bupati Nabit Optimis Ekonomi Manggarai Lebih Baik dari Manggarai Barat

Masyarakat disekitar kawasan ini atau para pengunjung yang datang dari kota Ruteng maupun dari Borong dan sekitarnya, sering memanfaatkan kesunyian danau Ranamese untuk menyalurkan hobi memancing sambil menikmati waktu santai akhir pekan.

Gabriel Aput (56) warga Pinis, Desa Bangka Kempo, Kecamatan Ranamese saat ditemui diselah aktivitas memancing ikan di danau Ranamese, pada Minggu 17 Januari 2020, siang, mengaku sangat menikmati nuansa alam di kawasan wisata alam tersebut.

Peria yang memperkenalkan nama sapaan Gaby alias Om Gaby itu menjelaskan bahwa hampir setiap akhir pekan, Ia bahkan selalu menyempatkan diri datang ke Ranamese untuk memancing ikan,” Menyalurkan hobi dan mencari hiburan saja,” katanya.

“Yang manarik saat saya memancing ikan di danau Ranamese karena suasananya yang tenang. Beda kalau misalnya orang mancing ikan di laut. Suasananya berbeda. Suasana di sini mampu menghilangkan beban pikiran, strees,” lanjut Om Gaby.

Memancing ikan di danau Ranamese kata Om Gaby adalah untung-untungan. Jika hari berpihak maka rezekinya akan baik, ikan hasil tangkapan bahkan mencapai 40 ekor sampai 50an ekor, “Ukuran ikan bervariasi, ada yang Kecil, besar, sedang,” jelas Om Gaby.

“Sebenarnya bukan soal berapa banyak ikan hasil tangkapan yang saya dapatkan tapi soal kenyamanannya,” jelasnya.

BACA  Bupati NABIT: Wisata Budaya dan Religi, Fokus Pengembangan Pariwisata Manggarai

Om Gaby menjelaskan pilihan memancing di kawasan wisata alam danau Ranamese karena kesunyian alamnya yang mampu menghilangkan beban pikirannya, “Susanan di sini sangat tentang. Tempat untuk bersantai melepas beban pikiran kalau sedang stres. Di sini saya merasakan kesejukan dan suasana tenang,” paparnya.

Usai melempar mata kailnya ke tengah danau, ayah tiga anak itu tampak tidak bosan menunggu berjam-jam sampai umpannya dimakan ikan, “Sangat tidak bosan karena saya sangat menikmati suasananya,” ungkap Om Gaby.

Di tepian danau sambil menyulut sebatang rokok yang terselip di sela jari tangannya, Om Gaby sesekali mengayunkan gagang alat pancing yang terbuat dari bambu kecil, miliknya. Berada di sampingnya, saya pun menyaksikan raut wajah tanpa beban dari seorang pria 56 tahun itu. Tawanya lepas, meskipun senyuman ‘siri pinangnya’ sama sekali tidak menggoda. Hehehe.

“Saya kadang satu bulan dua kali datang ke sini. Kalau tidak sibuk biasanya setiap akhir pekan,” tutup Om Geby.

Percakapan saya bersama Om Gaby di tepi danau Ranamese saat itu terpaksa berakhir ketika kabut tipis mulai menyelimuti danau Ranamese. Saya bergeser lebih awal untuk berkeliling di sekitar kawasan hutan dekat danau, sebelum akhirnya hujan sore hari itu benar-benar mengakhiri pertemuan saya dengan Om Gaby tanpa sepatah kata pamit pun.

Laporan: Yohanes Marto