January 26, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Foto: Bupati Matim, Agas Andreas (Tengah) saat pelepasan Ekspor Kopi Robusta Matim di Mano. Dok. Pribadi Sekretaris ASNIKOM, Stefanus Nahas.

Bupati Manggarai Timur Lepas Ekspor 36 Ton Kopi Robusta Menuju Belanda

Kegiatan ekspor kopi dari Manggarai Timur menuju "Negeri Kincir Angin" itu merupakan berkat kerjasama antara Rikolto Indonesia dengan Asosiasi Petani Kopi Manggarai (Asnikom).

ManggaraiPost, Borong–Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, SH.,M.Hum, menghadiri kegiatan pelepasan ekspor 36 ton kopi dari Manggarai Timur ke Belanda,
pada Rabu (24/02/2021), berlangsung di Mano, Kelurahan Mando Sawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan.

Kegiatan ekspor kopi dari Manggarai Timur menuju “Negeri Kincir Angin” itu merupakan berkat kerjasama antara Rikolto Indonesia dengan Asosiasi Petani Kopi Manggarai (Asnikom). Dalam sambutannya pada acara itu, Bupati Matim berterima kasih kepada pihak Rikolto dan Asnikom serta pihak yang telah mengambil bagian dalam mengekspor komoditas pertanian dari Manggarai Timur.



“Saya ingin Kopi Colol menjadi salah satu merek dari Manggarai Timur untuk kopi bubuknya,” ungkap Bupati Agas.

Bupati Matim itu mengulas sedikit terkait sejarah kopi di wilayah Manggarai Timur pada awalnya didukung oleh Belanda, “Hal itu,” kata Bupati, “Dibuktikan dengan sejarah hingga hari ini yaitu ada bendera Belanda di Colol,” jelasnya.

BACA  AWK: Konkritkan Ide Masyarakat Ekonomi NTT Melalui MoU Antara Kabupaten/Kota di NTT

Karena itu, menurut Bupati Agas kegiatan ekspor kopi berton-ton menuju Belanda itu merupakan kesempatan baik untuk promosi cita rasa kopi, “Ini merupakan momen yang sangat pas untuk kita di Manggarai Timur, yang awalnya didukung oleh Belanda,” jelasnya.

Bupati Manggarai Timur juga meminta agar pihak Asnikom bersama Rikolto Indonesia tidak hanya bekerjasama membeli produk pertanian tetapi juga melakukan kegiatan pendampingan terhadap para petani agar mutu kopi tetap terjaga.

Sementara itu, Kadis Pertanian Manggarai Timur Yohanes Sentis menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kesempatan tertunda sejak November hingga Desember tahun 2020. Kadis Sentis mengungkapkan
bahwa kegiatan ekspor kopi telah dilakukan sebelumnya, namun tidak sebanyak jumlah ekspor oleh Rikolto dan Asnikom.

Kadis Yohanes Sentis juga mengapresiasi Rikolto Indonesia dan Asnikom karena telah memberikan fasilitas serta pendampingan terhadap para petani kopi Manggarai Timur.
Yohanes Sentis berharap Rikolto Indonesia sebagai LSM internasional berpengalaman, lebih dari 40 tahun menjadi mitra organisasi petani dan pelaku rantai makanan di Afrika, Asia, Eropa dan Amerika Latin, akan terus berperan di sektor pasar global.

BACA  Seorang Pasien Covid-19 Asal Manggarai Timur Meninggal di RSUD Ben Mboy

“Ini juga menjadi konsen atau perhatian dari Rikolto, yang selama ini membantu Petani Kopi di Manggarai Timur, melalui kelompok atau organisasi Asnikom. Kopi yang berasal dari Manggarai Timur ini akan dikirim ke salah satu perusahaan di Belanda,” ungkap Kadis Pertanian Matim itu.

Kepala LSM Rikolto Indonesia, Nonie Kaban pada kesempatan itu mengapresiasi serta mengungkapkan perasaan bangganya atas capaian Asnikom sejak awal bermitra pada tahun 2010. Nonie juga menjelaskan lepas ekspor bulan Februari 2020 ini merupakan total ekspor kopi terbesar Asnikom.

“Hari ini merupakan ekspor ke-empat dalam jumlah banyak, yaitu 36 ton. Pesanan terus meningkat. Awal hanya membeli sebanyak 600 kg, kemudian meningkat menjadi 6 ton, kemudian 9 ton, hingga sekarang sebanyak 36 ton,” jelasnya.

BACA  Ketua TP PKK Matim: Jaga Pola Asuh Anak Ciptakan Generasi Unggul

Kualitas kopi rebusta di wilayah Manggarai menurut kepala Rikolto Indonesia sangat baik, “Saya berharap kualitas dipertahankan, dan ditingkatkan karena kerja sama ini akan berlangsung selama delapan tahun.

“Saya berharap pemerintah mendukung program untuk meningkatkan pendapatan petani berupa fasilitas yang dibutuhkan,” ungkap Nonie didepan Bupati Agas, pada kesempatan tersebut.

Salah satu pembeli kopi rebusta di Belanda yaitu This Side Up (TSU), perusahaan kopi terbesar di negara itu. Kopi khas Manggarai khususnya kopi Robusta belum memiliki pesaing di Eropa dan dunia, “Cita rasa kopi Manggarai cocok untuk selera orang Eropa,” jelas Manager Asnikom, Damasus Agas.

Laporan: Yohanes Marto.