January 25, 2022

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Bupati Nabit : Gugus Tugas Harus Perhatikan Pasien Covid 19 yang Karantina Mandiri

Untuk mendukung upaya penanganan Covid-19, bupati yang dipilih lebih dari 60% pemilih di Manggarai ini meminta agar (pemerintah) tidak terpaku pada 8% Dana Alokasi Umum (DAU) sesuai arahan pusat.

Manggaraipost, Ruteng – Bupati Manggarai Herybertus Geradus Ladju Nabit arahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Manggarai agar memperhatikan pasien Covid-19 karantina mandiri secara maksimal. GTPpc-19 diminta untuk memberikan pendampingan dokter, obat-obatan, dan makanan bergizi.

“Di rumah, dokter secara periodik (berkunjung, red), harus juga ada bantuan obat-obatan dan makanan,” kata Bupati Nabit dalam sambutan pada acara serah-terima jabatan dari Pelaksana Harian (Plh) bupati kepada dirinya sebagai bupati Manggarai periode 2021-2026.



Selain itu, mantan direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLF) itu akan fokus kawal proses vaksinanasi dan penanganan tempat karantina pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Golodukal. Untuk itu, dirinya akan segera melakukan rapat awal dengan bidang terkait.

BACA  Bupati Manggarai Berharap RPJMD 2021-2026 Semakin Menyentuh Kepentingan Masyarakat

“Oleh karena itu pada kesempatan pertama besok saya minta adakan pertemuan untuk penanganan Covid-19 tingkat Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk mengetahui kebutuhan kebutuhan kita. Kemudian kita sepakati kebijakan-kebijakan yang akan kita lakukan ke depan berkaitan dengan vaksinasi, penanganan karantina di stadion juga terutama perhatian untuk masyarakat yang melakukan karantina mandiri,” kata Nabit.

Untuk mendukung upaya penanganan Covid-19, bupati yang dipilih lebih dari 60% pemilih di Manggarai ini meminta agar (pemerintah) tidak terpaku pada 8% Dana Alokasi Umum (DAU) sesuai arahan pusat.

“Arahan dari pusat memang dananya 8% dari Dana Alokasi Umum (DAU), tetapi kalau kebutuhan kita memang mengharuskan kita merasionalisasi lebih dari 8%, kenapa tidak? Ini untuk kebaikan bersama. Ini untuk menyelamatkan hidup banyak orang. Jadi jangan terpaku dengan 8%, tetapi tergantung kepada kebutuhan penanganan.

BACA  Hadiri Deklarasi KLA, Bupati Hery Minta Sesuaikan Konsep dan Laksanakan

“Karena itu, kepada teman-teman di bidang atau apapun namanya divisi dalam Gugus Tugas, mudah-mudahan hari ini, sore nanti kita bisa bertemu secara tertutup dulu untuk mengetahui pikiran teman-teman dan arahan saya mengenai langkah-langkah penanganan, sehingga besok (saat) pertemuan kita sudah mendapat (estimasi) anggaran yang diperlukan,” tegas Nabit.

Pada kesempatan ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Hasil Bumi Manggarai ini juga menyentil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi dr. Maria Imaculata Jelulut terkait pelayanan di Rumah Sakit.

“Di rumah sakit ya, ini bukan menyalahkan siapapun, tetapi untuk kemudian kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan ke depannya. Menjadi sebuah organisasi pemerintahan yang responsif menyelesaikan masalah tanpa masalah,” tegasnya.

BACA  Pemdes Ranggi Diduga Sunat BLT Covid-19 Tahun Anggaran 2020

(Red)