October 23, 2021

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Paus Fransiskus Doakan Korban Bom di Gereja Katedral Makassar

Di atas semua kejahatan spiritual, roh jahat mengambil keuntungan dari krisis untuk menyebarkan ketidakpercayaan, keputusasaan, dan perselisihan.

ManggaraiPost, Vatican City – Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus menyampaikan keprihatinan atas aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3/2021) pagi. Paus Fransiskus sekaligus memanjatkan doa khusus untuk para korban.

Pada doa penutup misa Minggu Palem (28/3) di Basilika Santo Petrus, Paus mengenang para korban kekerasan, terutama yang terlibat dalam serangan bom Bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.



“Mari kita berdoa untuk semua korban kekerasan, terutama yang terjadi pada pagi hari ini di Indonesia, di depan Katedral Makassar. Semoga Bunda Maria, yang selalu mendahului kami di jalan iman, membantu kami,” ujarnya sebelum pemberkatan apostolik.

BACA  Tabrakan dengan Mobil Pick Up, Warga Asal Mabar Meninggal Dunia di Tempat



“Yesus memikul salib, yaitu, Dia mengambil beban kejahatan yang ditimbulkan oleh situasi ini, kejahatan fisik dan psikologis. Di atas semua kejahatan spiritual, roh jahat mengambil keuntungan dari krisis untuk menyebarkan ketidakpercayaan, keputusasaan, dan perselisihan,” katanya.

Seperti dilansir Catholic News Agency, doa untuk Indonesia dan pandemi merupakan dua hal yang diucapkan Paus Fransiskus sebelum penutupan Misa Minggu Palem.

“Untuk kedua kalinya kami akan menjalaninya dalam konteks pandemi. Tahun lalu kami lebih berat; tahun ini lebih berusaha bagi kami. Dan krisis ekonomi semakin parah,” ujarnya.

Paus Fransiskus meminta umat Katolik meneladani Perawan Maria, Bunda Yesus. Bunda Maria mengikuti Putranya dan menempatkan dirinya sendiri untuk mengambil bagian dari penderitaan, kegelapan, dan kebingungan. Bunda Maria menjaga lampu iman tetap menyala di dalam hatinya.

BACA  Jelang Paskah, Polres Manggarai Giat Operasi Semana Santa

Dengan rahmat Tuhan, lanjut paus Fransiskus, kita juga bisa melakukan perjalanan itu. di sepanjang jalan salib sehari-hari, kita bertemu dengan wajah begitu banyak saudara dan saudari yang dalam kesulitan: janganlah kita lewat, biarkan hati kita digerakkan dengan belas kasih, dan mari kita mendekat.

Untuk diketahui, sejauh ini 20 orang terluka akibat insiden bom Bunuh diri di depan Gereja Katedral Makasar. Sejumlah korban tersebut dirawat di sejumlah rumah sakit.

Red