October 23, 2021

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Lahan Milik Pemda Manggarai di Nanga Banda Diklaim Oleh Seorang Warga

Laki-Laki 45 tahun itu bahkan lantang menyebut tidak mengakui adanya sejarah penyerahan tanah Nanga Banda kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, yang diserahkan saat masa pemerintahan Raja Ngambut.

ManggaraiPost, Ruteng – Nanga Banda saban hari memang biasa lengang. Lahan gersang itu sejak lama dikenal sebagai lokasi penghasil garam. Sejak tahun 2018, lokasi tersebut kian populer setelah dijadikan lokasi pacuan kuda.

Pada tahun 2021 ini, Nanga Banda juga merupakan salah satu tempat yang dicalonkan untuk lokasi pembangunan rumah sakit pratama. Namun bersamaan dengan itu, lokasi rata yang berada di Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur ini bergolak.



Ketenangan di Nanga Banda terusik oleh orang yang mengklaim lokasi tersebut merupakan lahan milik pribadi, kontras dengan riwayatnya, pemerintah ikut memiliki lebih dari separuh lokasi tersebut.

BACA  Sengketa Lahan Sekitar Pasar Inpres Ruteng, PT Kupang Tolak Gugatan



Sosok Herdin Badrudin tiba-tiba bikin geger. Media menulis, warga Kecamatan Reok ini secara sepihak memasang pilar-pilar di atas tanah Nanga Banda. Dia sesumbar bahwa lokasi yang salah satu bagiannya telah dijadikan lokasi pacuan kuda oleh Pemkab Manggarai itu adalah milik kakeknya, Andi Supandri Daeng Malara.

Laki-Laki 45 tahun itu bahkan lantang menyebut tidak mengakui adanya sejarah penyerahan tanah Nanga Banda kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, yang diserahkan saat masa pemerintahan Raja Ngambut.

Tidak hanya mengusik lahan Pemerintah, Herdin juga memasang pilar di sepanjang lingkar barat pacuan kuda. Herdin pun membangun pilar beton di atas tambak garam milik beberapa warga seperti H. Arifin Manasa, Hamid Usman, Kader Usman serta Mansur Anwar (tanah bersetifikat).

Pages ( 1 of 4 ): 1 234Next »