October 23, 2021

Manggarai Post

Gerbang Informasi Manggarai

Kebiri Dana Covid Untuk Gaji THL, Fraksi Demokrat: Kebijakan Jangan Tabrak Aturan

Kalau anggaran Silpa dianggap lebih, lantas kenapa Pemda tidak menggunakan anggaran tersebut untuk memenuhi Anggaran Induk yang telah direfocusing, bahkan program dan kegiatannya dihilangkan.

ManggaraiPost, Ruteng – Fraksi Demokrat menjadi satu-satunya di DPRD Kabupaten Manggarai yang menolak keras pengangkatan 59 orang Tenaga Harian Lepas (THL) oleh Bupati Manggarai.

Hal itu disampaikan oleh fraksi Demokrat dalam Sidang paripurna dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (R-APBD) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun Anggaran 2021 pada Kamis, 30 September 2021.



Melalui Silvester Nado legislator dari Dapil 4 Fraksi Partai Demokrat dalam Pendapat Akhir menyajikan sejumlah data bahwa dalam PA F-PD bahwa gaji untuk puluhan honorer tersebut mengandalkan kekuatan anggaran hasil refocusing APBD untuk penanganan Covid-19 dan penambahan anggaran untuk PKK/Dekranasda.

BACA  Ketua Askonas Dipanggil PPK Proyek Dinas Pariwisata Manggarai



Sementara Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun 2020 sangat kurang dalam membiayai gaji honorer pada APBD Perubahan 2021.

“Kami sangat paham dengan Struktur APBD,” tegas Silvester.

Lebih lanjut Ia pun memaparkan alasan kenapa mempersoalkan pengangkatan 59 tenaga honorer dan penambahan anggaran untuk PKK/Dekranasda.

“Kalau anggaran yang digelontorkan bukan dari refocusing, sumber anggaran tersebut dari mana? Benar Silpa kita Rp 63 miliar tapi perlu diingat bahwa anggaran tersebut by name, by address. Karena memang sudah ada pos yang akan digunakan, karena anggaran tersebut bersumber dari KDP, BOS Afirmasi, dana BOK, JKN, Tunjangan Sertifikasi yang tentunya Pemda punya kewajiban untuk membayar kebutuhan tersebut,” kata Silvester Nado.

BACA  Mendagri Apresiasi Penyerapan Anggaran Pemkab Manggarai Capai 25% Periode Mei 2021

Menurut Silvester anggaran Silpa yang lebih seharusnya digunakan untuk mengembalikan program dan kegiatan yang sebelumnya telah dihilangkan akibat refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Padahal rasionalisasi anggaran serta dihilangkannya beberapa program dan kegiatan oleh Pemda Manggarai sebelumnya karena alasan keterbatasan uang.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23Next »